22 September 2014

Types of My Yoga and Therapy


If you ask me what kind of yoga style that I teach, I will definitely get confused to answer it. It is because I get so many influences from all my yoga teachers that I meet during my personal practices, and they teach the styles of Hatha Yoga, Vinyasa Flow, Ashtanga, Iyengar, Anusara, Jivamukti, Forrest Yoga, Acro Yoga, Purna Yoga and many more. Some of them teach Yoga with Pilates, Yoga with Hammock, Yoga with TRX, and many more. And I myself graduated from the Energetics Yoga.

After 2 years of teaching yoga and giving therapy, I realize that it is not important for me to define what kind of yoga style that I teach. What most important for me is to define what kind of Yoga Class that I teach in the Yoga Studios and what kind of Yoga Practice and CranioSacral Therapy clients that I handle in my private sessions.
 
In brief, the type of Yoga classes that I teach in the Yoga Studios are:
 
• Yoga for All Level (Beginners, Advanced, Regulars)
• Prenatal Yoga
• Postnatal Yoga
• Yoga for special condition: modifications for those who have menstruation, injuries and limited movements
 
The type of Yoga clients that I handle in my Private Yoga Sessions are:
 
• After accident (broken shoulder, broken spine)
• Cancer (breast, lung)
• Scoliosis
• Asthma
• Blood pressure problem
• Vertigo
• Obesity
• Pregnant women  
• After birth condition
• Senior people
• Balance problem
• Fertility
• After surgery condition
 
And the type of Therapy clients that I treat in my Private CranioSacral Therapy are:
 
• Ear problem
• Stress
• Trauma
• Sleep disorder
• Blockages in the body
• Problem at chakras
 
The list above is not limited, and it is always possible for me to add some brand new type of yoga class, yoga clients and therapy clients in my yoga business. I believe that I grow up each and everyday, and I always believe in the new possibilities that come in my life. The world is big enough for my exploration and I am so ready to experience what the world gives me at anytime when I still alive.  
 
So if you need my assistance to help you with the problems as I have mentioned above, or if you want to give me a chance to learn something new and gain new experience from your problems that I have not mentioned above, of course all based from the yoga and therapy knowledge that I have, please do not hesitate to contact me at:
 
• Email: astrid_amalia@yahoo.com
• Facebook Page: www.facebook.com/YogaWithAstrid
• Twitter: www.twitter.com/AstridYogini
 
Namaste.

19 September 2014

Teh Rasa Pelangi di Momo Cha Cipete




Momo Cha Cipete
Jln. BDN Raya, No. 7A
Cipete,
Jakarta Selatan
Indonesia

Teh bagiku adalah salah satu minuman yang tidak terlalu aku favoritkan. Dengan sedikit alergi terhadap teh hijau bila meminumnya terlalu banyak dan rasa teh yang bagiku agak sedikit membosankan, maka aku berusaha untuk meminimalisir kegiatan meminum teh. Lebih baik ngopi cantik dong ya :-))
 
Pada suatu hari, ada undangan menarik untuk datang ke acara soft opening sebuah tempat yang menjual teh susu di bilangan Cipete. Suatu undangan yang menarik! Mari kita lihat apakah aku bisa berlama-lama duduk di tempat yang satu ini :-)
 
Pada saat memasuki Momo Cha, karena masih soft launching, jadi belum ada papan nama di tempat ini. Mudah-mudahah papan namanya sudah ada ketika acara grand launching dilaksanakan ya. Begitu membuka pintu, aku cukup takjub dengan atmosfir di tempat ini. Di dinding kiri dan kanan dari tempat ini, ada mural, yaitu gambar berkarakter lucu di dinding yang berwarna-warni. Keren dan kreatif abis! Dari dinding saja, aku bisa merasakan bahwa tempat ini ditujukan untuk anak-anak dan orang-orang yang bercitarasa kreatif.
 
Ada beberapa meja dan kursi di tempat ini, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Berarti ada kesempatan bagi pengunjung untuk duduk di tempat ini ya. 
 
Sambil beramah tamah dengan para pemilik dan para tamu lainnya, aku memperhatikan papan menu yang ada di belakang kasir. Loh kok ada berbagai macam rasa tercantum di papan ya? Jadi ini bukan teh biasa dong ya? Tanpa menunggu lama-lama, aku pun memesan salah satu minuman teh di tempat ini. Minuman pertama yang kupesan adalah teh Oolong dengan campuran plum dan cincau dengan tambahan sedikit gula dan es batu. Sebenarnya teh Oolong bukanlah campuran yang benar untuk plum, karena yang benar seharusnya memakai teh hijau. Namun karena aku agak sedikit alergi dengan teh hijau, maka aku meminta kebesaran hati sang peracik minuman untuk memakai teh Oolong :-))
 
Minuman tehku dibuat dengan cara dicampur dan dikocok. Pada saat datang, minuman tehku dikemas di dalam gelas plastik besar yang sudah disegel atasnya dengan tutup plastik. Cara minumannya adalah dengan menusukkan sedotan raksasa ke atas segel plastik tersebut. Bleeessss!!!!! Begitulah suara yang keluar begitu sedotannya menembus tutup plastik.
 
Sebelum aku meminum teh pesananku ini, aku tidak berharap terlalu banyak terhadap minuman yang satu ini. Seperti yang aku bilang, aku kurang begitu suka minuman teh. Pada saat meminum minuman teh yang aku pesan, aku takjub dengan rasanya. Enak sekali! Rasa plumnya pas banget! Asam-asam segar rasanya! Waduh, aku suka banget! Teh Oolong yang agak terasa pahit ini sedikit mengimbangi rasa asam yang segar dari plumnya. Suatu kombinasi yang unik. Cincau yang ada didalam minuman teh ini membuat kegiatan meminum ini menjadi seru, karena aku harus menyedot cincaunya sampai pipiku kempot. Cukup lumayan untuk latihan otot di wajah agar muka tetap kencang tanpa operasi plastik :-))
 
Di Momo Cha, ada berbagai minuman teh yang ditawarkan. Mulai dari teh saja, teh susu, teh dengan tambahan rasa macam-macam, teh dengan rasa buah, dan smoothies. Untuk tambahan dari minuman teh ini, pengunjung dapat menambahkan berbagai macam jelly, kacang merah, oreo, lidah buaya, agar-agar, dan lain-lain. Berbagai macam rasa buah-buahan pun ditawarkan untuk dicampurkan di minuman tehnya. Jadi teh disini rasanya sangat berwarna-warni, bagaikan pelangi di angkasa yang membuat awan nampak cantik setelah hujan yang deras. Seru, kan!
Tentunya para peracik minuman di Momo Cha akan memberikan saran tentang tambahan apa saja yang dapat dicampurkan pada minuman tehnya, kecuali bila pengunjungnya seperti aku yang mempunyai kegilaan untuk mencampur jenis teh dan tambahan lainnya sesuka hatiku. Biarlah, aku memang suka berpetualang di dalam hidupku, bahkan termasuk soal citarasa dari minuman pilihanku :-)
 
Mereka juga menawarkan berbagai macam cemilan dari ayam dan kentang dengan bumbu-bumbu dari keju, rumput laut, dan lain-lain. Ada Dim Sum dan Spaghetti juga. Wah, bisa makan dan ngemil cantik disini dong ya! Oh ya, gerai Momo Cha di Cipete ini buka sampai jam 9 malam ya.
 
Bagi pengunjung setia dari gerai Momo Chan ini, ternyata ada kupon yang dapat dikumpulkan untuk ditukarkan dengan berbagai penawaran menarik dengan mendaftarkan alamat email di kasir pada saat membayar minuman tehnya.
 
Sebelum meninggalkan gerai Momo Cha ini, aku memesan lagi satu minuman teh disini. Tentunya dengan campuran ala aku sendiri :-))
Minuman kedua yang aku pesan adalah teh biasa dengan campuran rasa buah markisa dan tambahan jelly kopi. Sebuah campuran yang membuat sang peracik minuman tersenyum-senyum geli. Iya, campurannya bertabrakan semua, namun tetep enak kok :-))
 
Aku pun meninggalkan Momo Cha Cipete ini dengan suatu pelajaran bahwa minuman teh itu seperti hidup. Hidup bisa saja terasa membosankan, namun dengan segala kreatifitas yang kita miliki, hidup bisa menjadi suatu perjalanan yang menarik, meriah, seru, dan mungkin sedikit gila :-))
 
Salam minum teh dengan citarasa pelangi di hatiku :-) 

15 September 2014

Buku Yogaku Akan Segera Terbit!

"Buku tidak dapat dibunuh oleh api. Orang-orang mati, tapi buku tidak pernah mati. Tidak ada orang dan tidak ada kekuatan yang dapat menghapuskan memori ... Dalam perang ini, kita tahu, buku adalah senjata. Dan itu adalah bagian dari dedikasi Anda selalu membuatkan mereka senjata untuk kebebasan manusia. " - Franklin D. Roosevelt, 1882-1945, negarawan Demokrat Amerika, Presiden ke-32 AS 1933-1945, dan suami dari Eleanor Roosevelt.

Jika Anda bertanya-tanya mengapa aku mengutip Franklin Roosevelt, itu karena aku akan menulis buku yogaku sendiri. Buku ini akan menjadi warisanku kepada dunia. Bukuku akan hidup lebih lama dari tubuhku. Bukuku juga akan menjadi bentuk dedikasiku untuk latihan yoga, sebuah bagian dari hidupku.

Setelah menulis blog ini begitu lama, akhirnya ada beberapa orang yang mengenali mimpiku yang lain. Tahun lalu, sebuah penerbit menghubungiku dan bertanya apakah aku ingin menulis sebuah buku. Sebuah kejutan bagiku! Iya, aku mengambil tantangannya! Tapi kemudian aku bertanya apakah aku memiliki kemampuan untuk menulis buku. Dan penerbit memintaku untuk mencobanya. Mengapa tidak?

Itu satu tahun yang lalu.

Aku butuh berhari-hari dan bermalam-malam untuk membaca, memahami, mengumpulkan dan menulis ulang semua informasi dan sumber-sumber berdasarkan pengetahuan yang kumiliki.

Sekarang, aku hampir sampai pada proses akhir dari perjalanan menulis buku yogaku. Aku sekarang sedang berada dalam proses pengambilan gambar, membaca kembali informasi dan mengedit kembali.

Dan buku yogaku ini ditulis dalam bahasa Indonesia. 

Iya, buku yogaku akan segera terbit! Dan aku pun jadi bersemangat! 

Alam semesta yang baik, tolong temani aku disepanjang proses menulis bukuku.
Buat semuanya, tolong doakan aku.

Terima kasih banyak.

Namaste.

My Yoga Book is Coming Soon!

“Books can not be killed by fire. People die, but books never die. No man and no force can abolish memory … In this war, we know, books are weapons. And it is a part of your dedication always to make them weapons for man’s freedom.” – Franklin D. Roosevelt, 1882-1945, American Democratic statesman, 32nd President of the US 1933-45, and husband of Eleanor Roosevelt.

If you are wondering why I quote Franklin Roosevelt, it is because i am going to write my own yoga book. This book will be my legacy to the world. My book will live longer than my body. My book will also be the form of my dedication to the yoga practice, a part of my life.

After writing this blog for so long, finally some people recognise my other dream. Last year, a publisher contacted me and asked if I wanted to write a book. A big surprise for me! Well, I took the challenge! But then I asked if I had the capacity to write a book. And the publisher asked me to try it. Why not? 

That was one year ago.

I need days and night to read, understand, collect and rewrite all information and the sources based on my knowledge. 

Right now, I am almost at the end of my yoga book writing journey. I am on the process of taking pictures, re-reading the information and re-editing it.

Oh, by the way, my yoga book is written in Indonesian language. 

Yes, my yoga book is coming soon! And I am so excited too! 

Dear Universe, please accompany me in the process of writing this book all the time.
Dear everyone, please pray for me.

Thank you very much. 

Namaste. 

12 September 2014

Living in the Real World

Someday, the people who read too much spiritual wisdoms will realize that their feet touched the ground on earth, not in the words of the spiritual wisdoms. 

Namaste. 

09 September 2014

5 Gerakan Yoga Untuk Atasi Insomnia - Dari Acara Yoga Bersama SoyJoy

Artikel tentang Yoga untuk Insomnia ini bekerjasama dengan SoyJoy. Aku menjadi konsultannya mereka untuk menunjukkan beberapa posisi yoga yang dapat menyembuhkan Insomnia, sekaligus juga memperagakan posisi yoga tersebut, dan menjelaskan apa manfaat dari posisi yoga tersebut.

Artikelnya dapat dibaca di sini:

Anda juga dapat membaca artikel tersebut di bawah ini. Selamat menikmati!

-------------------

5 Gerakan Yoga Untuk Atasi Insomnia


Apakah Anda termasuk penderita insomnia? Sudah berapa cara yang Anda lakukan untuk segera tidur cepat di malam hari? Jika semua cara itu belum berhasil, cobalah dengan melakukan latihan yoga.

Manfaat yoga untuk kesehatan memang banyak sekali, metode penyembuhan secara alamiah dan melalui pikiran menjadi favorit banyak orang. Kali ini, Anda bisa mencoba 5 gerakan yoga yang membantu untuk mengatasi masalah insomnia.

Berikut adalah 5 gerakan yoga untuk mengatasi insomnia:






Bisa dilihat inti dari gerakan ini hampir seluruhnya menundukkan kepala. Gerakan ini bertujuan untuk menurunkan ketegangan sehingga jadi mengantuk. Selamat mencoba. 



5 Gerakan Yoga Untuk Sembuhkan Patah Hati - Dari Acara Yoga Bersama SoyJoy

Ketika aku melakukan acara yoga bersama dengan SoyJoy, mereka sempat bertanya tentang apakah ada latihan yoga yang dapat menyembuhkan patah hati. Dengan pengetahuan tentang yoga yang kumiliki, aku tentu menjawab bahwa ada latihan yoga tertentu yang ditujukan untuk suatu kondisi fisik dan emosional tertentu.

Dari pembicaraan ini, maka aku langsung menjadi konsultannya mereka untuk menunjukkan beberapa posisi yoga yang dapat menyembuhkan rasa patah hati ini, sekaligus juga memperagakan posisi yoga tersebut, dan apa manfaat dari posisi yoga tersebut, yang kemudian dijadikan SoyJoy sebagai artikel tersendiri.

Artikel yang bekerjasama dengan SoyJoy tersebut dapat dibaca secara lebih lengkap di: 

Anda juga dapat membaca artikel tersebut di bawah ini. Selamat menikmati! 

-------------------

5 Gerakan Yoga Untuk Sembuhkan Patah Hati


Belakangan ini topik patah hati semakin sering dibicarakan orang, terlebih di media sosial. Nah, ada satu fakta menarik yang berhasil kami ketahui, ternyata latihan yoga bisa menyembuhkan orang yang sedang patah hati. Bagaimana caranya? Jadi, di dalam latihan yoga terdapat beberapa gerakan yang memberikan relaksasi dan ketenangah hati. Efeknya setelah melakukan gerakan ini adalah meredakan emosi amarah maupun emosi sedih (termasuk patah hati). Berikut adalah 5 gerakan yoga yang bisa mengobati kesedihan karena patah hati:






Inti dari 5 gerakan yoga ini adalah membuka dada selebar-lebarnya. Diharapkan dengan melakukan gerakan ini hati seseorang bisa menerima hal-hal baru yang ada di sekitar kita. Selamat mencoba.

04 September 2014

Healthy Lifestyle with Wheatgrass



You are what you consume.

 

The words are quite true. When people ask me if the yoga practice that I teach can slim their body down, I definetely say that yoga practice alone can not cut down the fat in their body. They must take care of the food they eat too. And in my opinion, taking care of the food we eat does not mean that we do not eat at all. We just need to choose the food that we consume wisely at our right biological time.  

 

Recently I introduced myself to the world of Raw Food Diet. It turns to be a great diet for me. I sometimes mix it with Food Combining method. Both ways of diet are so good in my body. All I need is to know what my body needs and choose the right food at the right moment.

 

Talking about Raw Food Diet means talking about some green food as one of the sources of the nutrition. One of my favorite green food is wheatgrass. Yes, the color is green :-))

The first wheatgrass juice shot I tasted was the one from a restaurant in Ubud, Bali when I attended the Yoga Energetic Teacher Training in 2012. Yes, a very long time ago. It tasted so fresh! Sadly, when I came back to Jakarta, I can not find any places that sells the wheatgrass juice.

 

At the end of August 2014, I received an email from a company in Bali called PD Verdure Bali offering me to taste their wheatgrass product. Of course, I accepted the offer. After almost 2 years of looking for wheatgrass juice in Jakarta, it looks like the wish come true. Yes, this company from Bali can deliver their products to Jakarta.  

 

It turned out that the product is Frozen Wheatgrass. The product comes in a package of some small clear reclosable plastic bags. Inside the bags, I can see some green juice there. Oh, I like the green color!

As this is Frozen Wheatgrass, I need to keep it in the freezer.

 

The Verdure wheatgrass can be consumed with the juice shot, salad, water, any beverages, etc.

The first time I tried it, I mixed it with a glass of cold water. The taste was plain in my mouth.

At the second time, I mixed it with a half glass of cold water. It started to taste fine.

Well, I think the third time of tasting was the best time. It was because I darely opened the plastic bag and drink the wheatgrass directly without mixing it with water. And yes, I was right! It tasted so much better. Yummy! Okay, I officially decide to take the wheatgrass as a shot! If James Bond prefers his Martini to be “shaken, not stirred”, then I prefer my wheatgrass to be “pure shot, not mixed”. And maybe my last name is Bond too :-))

 

I am more in love with this wheatgrass when I know that wheatgrass has many benefit for our body. It is a great antioxidant that cleanses and detoxifies blood, liver, and other organs. It suppresses appetitte and aids weightloss. It boosts vitamin, mineral, enzyme and protein level. It enhances strength to your immune system, endurance and increases your energy. It improves digestion and blood sugar disorders. It heals skin problems too.

 

For the outside of our body, the wheatgrass can also be used as natural food coloring, food or pastry flavoring, beauty treatment (facial and scrub), and ingredients for shampoo or body wash.

 

The other thing I know about this wheatgrass is that it can be used as a perfume for my freezer. So I placed 4 packs of Verdure frozen wheatgrass in my freezer and the next time I open my refrigerator, I can smell a green grass field in my nose :-))

 

You can get this Verdure Frozen Wheatgrass at:

www.verdurebali.com

Email: info@verdurebali.com

Tel: 0361-9999-372

 

 

03 September 2014

My Teaching Experience in the Yoga Therapy Training 30 Hours




One day, I received a message from a Yoga Therapy Teacher, Willy, who asked if I was willing to teach at 30 Hours Yoga Therapy Training held at his yoga studio in the Align Yoga Studio in Alam Sutera. At that point, I was not sure if I was able to teach because my teaching experience in the yoga world is still new. But then, I accepted his offer. I was happy to accept the good offer and challenge to share my love in this yoga world.

 

The subjects that I presented in this training is Yoga for Women's Health and Menstrual Cycle - associated with hormone changes and disease.

 

For several weeks, I prepared the material for these subjects. While preparing lesson materials, I was still wondering if I was able to carry out this task. With the happy mind, I finally felt excited to prepare everything well.


After several discussions with Willy, we decided that my class was held at 9 am on Friday, August 29, 2014.

 

One day before the training was held, I still continued to read the subject material and fixed them if I felt the presentation would not look right. And my heart felt so nervous! I felt like a celebrity who was on her way to get her Grammy Award or Oscar :-))

 

At 7 am on August 29, 2014, I went to Alam Sutera with a surrender feeling. What would happen, I would let it happen.

At 8 am, it was the first time for me to visit the Align Yoga Studio. Willy was still teaching yoga on the 2nd floor. I could only look at him behind the glass walls of his classroom.

At 9 am, I finally met Willy for the first time. Willy turned out to be a friendly yoga teacher. He is always happy to help. He can be serious but playful too. His laughter will invite us to laugh too:-))

After completion of preparing classes and many other things, then my class began. Surprisingly, the nervous feeling in my heart since a few days before was suddenly gone. And without any hesitation, I began to speak in front of the participants who were mostly yoga teachers and owners of yoga studios in Jakarta and outside of Jakarta. Finally, once again, I found pleasure to share my knowledge with others. There was a happy feeling when I could brighten the world of others. Finally, from the 3 hours of teaching duration, I had to ask for an additional 1 hour time to finish the subject I presented. This was where I found the other side of me that when I am talking about things I really love, then I may need endless time to talk about it :-)) 

 

Between the training time that day, the participants held a birthday celebration for Willy. Happy Birthday, Willy!

 

By the time I left the studio to go to another place where I had to teach my private yoga client, Rosa - one of my yoga practice buddies at a fitness center in Jakarta - asked me to come along with her. Along the way, we talked about a lot of things that helped to enlighten my soul.

 

I finished the day with a lesson that I have the knowledge that needs to be shared with others. Good knowledge should not be kept alone. Because I have gained good knowledge, then I have to share them with others. May the spirit of sharing knowledge is still there inside me forever.

 

Thank you, Willy, for the opportunities and the challenges given to me. It was a valuable experience for me and my career in this yoga world. It was an honour for me to share my knowledge with yoga teachers and yoga studio owners in this yoga therapy training.

 

May all living beings in this world be happy. May God and the universe also be happy with us.

 

Namaste.

 

 

Note:

The 30 Hours Yoga Therapy Training was held at:

Align Yoga Studio 2

Yoga Learning and Therapy Center

Ruko Prominence 28 E No. 2

Alam Sutera - Tangerang

www.alignyogastudio.com

Email: alignyogacenter@live.com

Pengalamanku Mengajar di Pelatihan Terapi Yoga 30 Jam




Pada suatu hari, aku menerima pesan dari seorang Guru Terapi Yoga, Willy, yang menanyakan apakah aku mau menjadi pengajar di Pelatihan Terapi Yoga 30 Jam yang diadakan di studio yoganya di Align Yoga Studio di Alam Sutera. Pada saat itu, aku tidak yakin apakah aku mampu mengajar karena pengalamanku mengajar di dunia peryogaan ini masih baru sekali. Namun akhirnya aku menerima tawarannya. Aku senang menerima tawaran dan tantangan yang baik untuk berbagi tentang kecintaanku pada dunia peryogaan ini.
 
Mata pelajaran yang aku ajarkan di pelatihan ini adalah Yoga untuk Kesehatan Wanita dan Siklus Menstruasi – yang berhubungan dengan Perubahan Hormon dan Penyakit.
 
Selama beberapa minggu, aku mempersiapkan materi untuk mata pelajaran ini. Sambil mempersiapkan bahan-bahan pelajarannya, aku masih bertanya-tanya apakah aku mampu mengemban tugas ini dengan baik. Dengan tekad yang luar biasa, aku pun akhirnya tetap bersemangat mempersiapkan semuanya dengan baik.
 
Setelah beberapa kali berdiskusi dengan Willy, akhirnya diputuskan bahwa kelasku akan diadakan pada jam 9 pagi di hari Jumat tanggal 29 Agustus 2014.  
 
Satu hari sebelum pelatihan diadakan, aku masih terus membaca bahan mata pelajarannya berulang-ulang dan memperbaiki bila ada yang kurang berkenan di hati. Dan hati ini rasanya deg-degan. Sudah demam panggung nih :-))
 
Pada jam 7 pagi tanggal 29 Agustus 2014, aku berangkat ke Alam Sutera dengan perasaan pasrah. Apa yang akan terjadi, ya sudahlah, biarkan itu terjadi.
Pada jam 8 pagi, aku sampai untuk pertama kalinya di Align Yoga Studio. Willy ternyata sedang mengajar yoga di lantai 2. Aku hanya bisa memandangnya dari balik kaca yang menjadi dinding dari ruang kelasnya.
Pada jam 9 pagi, akhirnya aku bertemu langsung dengan Willy untuk pertama kali. Willy ternyata seorang guru yoga yang ramah, senang membantu, serius tapi suka bercanda juga. Gelak tawanya akan mengundang kita untuk ikut tertawa juga :-))
Setelah selesai mempersiapkan kelas dan berbagai hal lain, maka kelasku pun dimulai. Anehnya, rasa deg-degannya di hatiku yang sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya, kok tiba-tiba hilang. Dan tanpa terasa, aku mulai berbicara di depan para peserta yang sebagian besar adalah guru yoga dan juga pemilik studio yoga di Jakarta dan di luar Jakarta dengan lancarnya. Akhirnya sekali lagi, aku menemukan kenikmatan berbagi ilmu kepada orang lain. Ada perasaan bahagia ketika aku dapat mencerahkan jiwa dan raga orang lain. Akhirnya, dari jatah mengajar cuma 3 jam, aku harus minta tambahan 1 jam lagi untuk meneruskan mata pelajaran yang aku berikan. Disinilah aku menemukan sisi lain tentang diriku bahwa kalau aku sudah membicarakan hal yang aku sangat cintai, maka aku mungkin memerlukan waktu yang tak terbatas untuk membicarakannya :-))  
 
Diantara waktu pelatihan pada hari itu, kami semua mengadakan perayaan ulang tahun kecil-kecilan untuk Willy yang berulang tahun satu hari sebelumnya. Selamat Ulang Tahun, Willy!
 
Pada saat aku meninggalkan studio ini untuk menuju ke tempat lain dimana aku harus mengajar yoga untuk klien yoga pribadiku, aku diantar oleh Rosa, salah seorang sahabatku yang juga sering berlatih yoga bersamaku di sebuah pusat kebugaran di Jakarta. Di tengah perjalanan, kami banyak bercerita tentang banyak hal yang turut mencerahkan jiwaku.
 
Aku menutup hari itu dengan sebuah pelajaran bahwa pengetahuan yang aku miliki haruslah dibagi kepada orang lain. Pengetahuan yang baik tidak boleh disimpan sendiri. Karena aku telah mendapatkan pengetahuan yang baik, maka aku harus membagikannya kepada yang lain. Semoga semangat berbagi pengetahuan ini tetap ada di dalam diriku selama-lamanya.
 
Terima kasih, Willy, atas kesempatan dan tantangan yang diberikan kepadaku. Ini adalah pengalaman yang berharga bagi diriku dan karirku di dunia peryogaan ini. Suatu kehormatan bagiku untuk membagikan ilmu yang tidak seberapa ini kepada para guru yoga dan pemilik studio yoga di pelatihan terapi yoga ini.
 
Semoga semua makhluk hidup di dunia ini berbahagia. Semoga Tuhan dan alam semesta turut berbahagia bersama kita semua.
 
Namaste.
 
 
Catatan:
Pelatihan Terapi Yoga 30 Jam ini diadakan di:
Align Yoga Studio 2
Yoga Learning and Therapy Center
Ruko Prominence 28 E No. 2
Alam Sutera – Tangerang
www.alignyogastudio.com
Email: alignyogacenter@live.com