26 May 2009

BLUMCHEN COFFEE


Blumchen Coffee

Jl. RS. Fatmawati No. 1

South Jakarta

Tel: (021) 9195-9112

Fax: (021) 521-2478


Pada suatu hari Sabtu yang indah, setelah bertemu dengan beberapa teman, tiba-tiba ada tawaran iseng yang sangat menggoda untuk ngopi-ngopi di Blumchen Coffee. Siapa lagi kalau bukan Ree yang tiba-tiba iseng ngajakin ngopi disana, karena dia menolak ketemuan di salah satu mall di Jakarta ini yang dia bilang tempat ABG ngumpul hehehe. Ya sudahlah, berangkatlah saya ke sana.


Sebelumnya, Ree sudah banyak bercerita tentang café ini. Mulai dari pemiliknya yang orang Korea, sang kepala baristanya yang merupakan mantan barista favorit kami di Bakoel Koffie, yaitu Mas Anto, dan betapa nikmatnya suasana di tempat ini.


Setelah sampai disana, saya langsung disambut oleh mas Anto sendiri. Ketika saya sudah mulai duduk, saya merasa bahwa interior Blumchen ini terasa sangat sederhana konsepnya, yaitu ingin menghadirkan suasana ruang tamu dan ruang keluarga seperti halnya rumah kita sendiri. Setelah memasuki pintu depan, disebelah kanan, kita akan di bawa ke suasana ruang tamu sebuah rumah, lengkap dengan sofa panjangnya. Kalau di sebelah kiri, ada bar kopi, dimana para barista meracik kopinya, yang menempel dengan mesin penggoreng kopi. Kalau kita masuk agak ke dalam sedikit, maka kita akan dibawa ke suasana ruang tengah yag dipadukan dengan beberapa meja makan. Konsepnya sangat rumahan yang elit deh. Bedanya ya cuma di pernik-pernik kecil yang ada di kafe ini. Ada sepeda-sepedaan di bawah bar kopi, ada motor berwarna merah, dan lain-lain.


Saya pun memilih untuk duduk di bar kopinya supaya bisa ngobrol lebih jauh dengan para baristanya. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan mas Anto, beliau pun menawarkan saya untuk memesan kopi disana. Ketika saya sedang bertanya-tanya soal kopi di Blumchen ini, mas Anto bilang Blumchen mempunyai 3 minuman andalan, yaitu French Kiss Coffee Latte, Rolo Way Latte dan Blumchen “Spicy” Coffee. Tiba-tiba saya mengajukan permintaan yang tidak tahu diri sekali, yaitu meminta salah satu kopi andalan di tempat ini dalam porsi normal, ditambah dengan 2 tester lainnya. Tester yang saya maksud ini gelasnya kecil aja, supaya saya bisa icip-icip. Tapi ternyata mas Anto malah lebih gila lagi. Dia bilang: “Kita bikinin semuanya di gelas normal, tapi semuanya harus dihabiskan di sini ya.” Tawaran yang mematikan, bukan?


Akhirnya, sampai juga saat-saat dimana 3 gelas kopi andalan Blumchen datang di atas meja bar kopi tempat saya duduk.


Minuman pertama yang saya icip adalah French Kiss Coffee Latte. Minuman ini merupakan campuran dari kopi, susu, karamel dan whipped cream. Rasa karamelnya sangat kuat sekali. Kata mas Anto, minuman ini lebih cocok untuk cewek, karena rasanya yang manis. Iya deh, mas Anto, cewek memang manis ya hehehe.


Minuman kedua adalah Rolo Way Latte yang merupakan campuran kopi dengan karamel, coklat, dan whipped cream. Rasanya agak mirip dengan French Kiss Coffee Latte, tapi agak lebih berat, karena memang tidak pake susu dan ada coklatnya. Warnanya pun agak lebih gelap dari French Kiss Coffee Latte.


Minuman yang terakhir merupakan minuman favorit saya, yaitu Blumchen Spicy Coffee. Minuman ini adalah campuran dari espresso dan kayu manis. Sang Barista biasanya akan menanyakan apakah minuman ini mau ditambah dengan whipped cream, tapi saya anjurkan tidak. Minuman ini lebih enak bila diminum tanpa whipped cream, karena justru rasa kopi dan kayu manis inilah yang menjadi sumber kenikmatan minuman ini. Rasanya lembut dan bau kayu manisnya sangat nikmat ketika menerjang hidung kita. Wanginya mantep banget!


Sambil duduk ngopi di Blumchen Coffee ini, ada free wifi nya loh. Jadi kalo datang sendirian, gak usah merasa kesepian. Bisa baca-baca majalah yang ada di café ini atau ya bawa laptop dan browsing-browsing internet deh.


Oh ya, Blumchen ini juga menjual biji kopi, dan Vietnamese coffee dripper. Dan yang akan datang, mereka akan menjual penggiling kopi mini.




Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com


Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com





















12 December 2008

YOGA - NAFAS DARI HIDUPKU

Catatan ini adalah sekelumit perjalanan panjang saya menuju yoga yang telah menjadi nafas di dalam hidup saya. Saya tidak akan membahas yoga terlalu dalam, baik dari segi pengajaran maupun filosofinya, karena saya memang bukan orang yang tepat untuk membahas hal-hal tersebut. Biarkanlah para guru yoga yang sudah mahir yang menjelaskannya. Saya hanya ingin berbagi cerita kepada seluruh dunia mengapa saya mencintai olahraga yang satu ini.

Sudah setahun ini, saya mulai mendalami yoga. Awalnya ketika saya bergabung di tempat olahraga saya di Fitness First dua tahun yang lalu, saya hanya melaksanakan olahraga saya di tempat alat-alat angkat berat dan mesin treadmill saja, tanpa mau melirik kelas yang tersedia di tempat ini, termasuk kelas yoga yang diberi nama "Mind & Body". Saya sih awalnya malah mencemooh soal olahraga yoga ini.

"Ngapain juga sih stretching gak jelas gitu? Kelamaan dan terlalu pelan. Entar ngantuk aja deh. Mendingan angkat beban dan lari aja deh. Kiamat kali kalo gue masuk kelas itu."

Itulah sekelumit pernyataan dari saya waktu dulu melihat orang latihan yoga di kelas "Mind & Body" ini. Apalagi kalau melihat gerakan-gerakan yoga di kelas itu dari dinding kaca. Kok keliatannya gerakannya begitu-begitu saja ya.

Waktu pun berlalu, seiring dengan tidak adanya pengurangan lemak di tubuh saya hahaha. Saya sempat diet ketat, mulai dari detox buah, tidak makan nasi, dan lain-lain. Itu semua hanya memberikan efek yo-yo di badan saya.

Sampai pada suatu hari, tepatnya pada saat bulan puasa di bulan Oktober 2007, saya merasa bahwa saya tetap mau berolahraga tapi yang tidak terlalu menghabiskan tenaga saya di bulan puasa tersebut. Saya pun mulai melirik yoga sebagai alternatif bagus. Sedikit stretching tidak akan membuat saya lemas, itulah pemikiran saya pada saat itu.

Tapi, ternyata saya salah. Loh salah kenapa? Hahaha. Ini dia pengalaman pertama saya di kelas yoga.

Pada saat itu, saya masuk ke kelas yoga yang bernama “Dynamic Flow”. Kelas yoga “Dynamic Flow” merupakan kelas yoga untuk para yoginis yang sudah terlatih atau paling tidak sudah sering ikut kelas yoga, karena berisi gerakan-gerakan yoga yang cukup sulit dengan perubahan gerakan yang cukup cepat. Dari awal sampai akhir kelas, tujuan saya untuk santai-santai berolahraga menjadi gagal total, karena akhirnya saya menyadari gerakan-gerakan yoga itu cukup sulit. Gerakannya memang kelihatannya lambat dan gampang, tapi ternyata gerakannya cukup berat dan rada susah. Di kelas pertama saya ini, sering kali saya jatuh terjerembab karena tidak bisa menahan beban badan saya sendiri. Setelah satu jam mengikuti kelas yoga pertama saya, pemikiran saya terhadap yoga ini mulai berubah. Ternyata yoga itu berat dan menantang juga gerakannya, bahkan lebih berat dari olahraga angkat berat yang biasa saya lakukan.

Ada satu peristiwa yang membuat saya semakin penasaran dengan yoga ini. Ketika kelas pertama saya berakhir, sang guru yoga pun memegang punggung saya dan berkata: "Ah, lo ga pake energi lo sih."

Hah??? Kok guru yoga yang satu ini bisa seenaknya berbicara seperti itu ya setelah saya jungkir balik plus terjerembab di kelas yoga ini? Loh, apa pula energi itu ya?

Itulah pertanyaaan kesekian yang memicu saya untuk pantang mundur di kelas yoga ini.

Jadilah, selama bulan puasa itu, saya setiap hari mempunyai jadwal yoga sekali dalam sehari, sambil tetap diselingi dengan angkat beban. Mulai masuk bulan ke dua dan ke tiga, frekuensi saya beryoga mulai meningkat menjadi 2 kelas yoga perhari. Setelah 3 bulan beryoga, saya kok merasa tidak cukup hanya berlatih yoga saja tanpa memiliki pengetahuan tentang olahraga yang satu ini. Mulailah saya mencari buku-buku yoga supaya saya tambah mengerti tentang yoga ini. Beberapa buku yoga yang saya baca diawal perkenalan saya dengan yoga adalah: Hidup Sehat dan Seimbang dengan Yoga (Pujiastuti Sindhu), Seri 10 Menit Yoga (Donald Butler), Yoga Klasik (Vimla Lalvani), dan Memahami Segalanya tentang Yoga (Cynthia Worby).

Belum lagi sejumlah VCD yang saya beli untuk menemani latihan yoga saya di rumah, yaitu: VCD bonus dari bukunya mbak Pujiastuti Sindhu, Yoga for Strengths (Linda Arkin), Yoga Mind & Body (Ali MacGraw), dan Yoga Exercise Workout (Jane Fonda).

Yoga pun akhirnya telah menjadi sesuatu yang paling penting didalam kehidupan saya. Saya kok merasa kalau saya tak bisa hidup tanpa yoga. Yoga telah menjadi nafas di dalam kehidupan saya. Ini semua karena saya merasa ada efek-efek positif yang timbul di badan saya setelah saya rajin beryoga. Beberapa efek-efek positif itu adalah: tidur saya menjadi lebih lelap dan berkualitas, penyakit "water retention" saya mulai hilang, saya mulai menyadari bahwa saya punya banyak kelemahan, lemak dibadan saya perlahan-lahan mulai hilang dan badan saya pun punya bentuk yang lumayan, tubuh saya perlahan-lahan menjadi kuat, saya jadi mudah mengontrol emosi saya yang dulunya meledak-ledak, saya menjadi lebih sabar, konsentrasi saya bertambah, dan lain-lain yang masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan. Mungkin nanti saya jelaskan di kesempatan yang berikutnya.

Ketika tulisan ini dibuat, jadwal saya beryoga sudah seperti jadwal makan saya, yaitu 2 sampai 4 kelas perhari, baik pagi maupun sore, 6 hari seminggu. Yang paling mengesankan adalah yoga di pagi hari adalah ibarat secangkir kopi di kala makan pagi.

Ada beberapa guru yoga saya yang sedikit memperingatkan saya untuk tidak terlalu memforsir jadwal latihan saya dan menyarankan untuk memberi istirahat pada badan saya. Jawaban saya pun hanya seperti ini: "Abis gimana ya, udah cinta sih…"

Begitulah sekelumit proses perjalanan saya dalam mengenal dan akhirnya jatuh cinta kepada yoga.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang sudah mempertemukan saya dengan yoga, sebuah olahraga yang tidak hanya menyehatkan tubuh saya, tetapi juga membetulkan cara berpikir dan cara hidup saya. Saya percaya bahwa Tuhan memang punya rencana-Nya sendiri. Tidak perlu saya ceritakan berapa banyak kejadian yang terjadi sebelum saya menemukan yoga ini, tapi dari sini saya pun berpikir bila Tuhan memang punya mau, pasti segalanya terjadi.

Saya juga mau mengucapkan terima kasih pada semua guru-guru yoga saya di Fitness First yang selama ini mengajarkan yoga kepada saya, semua guru-guru yoga yang saya temui di dunia luar dan teman-teman sesama pecinta yoga yang selama ini berbagi penderitaan bila dibanting di kelas yoga. Selalu ada "AC bocor" di matras kita ya hahaha.

Sekali lagi, catatan ini hanyalah sebuah catatan pribadi dari saya yang begitu mencintai yoga apa adanya. Bila ada yang tidak setuju dengan catatan ini, tolong biarkanlah saya hidup dengan yoga yang saya cintai ini. Bila ada yang setuju dan juga menyukai yoga, mari kita sama-sama bergandengan tangan berjalan di jalan yoga yang penuh cinta dan kedamaian.

Namaste!


Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com

Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com

13 May 2008

Kedai Ngopi Anomali


Anomali Coffee
Jl. Senopati Raya No. 35
Jakarta
Tel: +6221-5292-0102

Pada suatu hari, tepatnya 8 bulan yang lalu, aku tiba-tiba mendapatkan email dari Abgari alias Abgar yang menanyakan tentang kegiatan ngopi-ngopiku. Hmmm, ternyata dia mau bikin tempat ngopi sendiri tuh.

Gak lama juga setelah itu, dia juga udah mulai ngundang-ngundang ke tempat ngopinya dia yg udah jadi gitu. Namanya Anomali Coffee.

Seliweran gitu, tiba-tia aja udah banyak media yang mengulas tentang Anomali Coffee ini. Termasuk sahabat dekatku, si Ree, yang ternyata udah main-main ke kedai kopi Anomali ini. Yah, keduluan dong.

Akhirnya, pada hari minggu yang lalu, setelah ikut 3 kelas yoga yang bikin badan capek dan lapar berat, aku dan sahabat jepangku, Kaori, memutuskan untuk mencoba menyambangi tempat ini.

Setelah nelpon Abgar nanyain ancer-ancernya Anomali, ternyata deket banget deh sama tempat nge gym kita. Yeah OK dee, langsung brangkat yuk.

Setelah sampai ditempat, wah tempatnya cozy banget ya. Bukan cozy yang eksklusif gitu ya, mungkin lebih mengarah ke suasana gudang gitu. Soalnya beberapa sudut di Anomali ini interiornya bernuansa unfinished gitu. Asli, kayak gudang bawah tanah aja.

Setelah melihat sekeliling, akhirnya kita memutuskan untuk naik ke lantai 2 dan duduk dibalkon luar. Eh tiba-tiba salah satu pelayan bilang kemungkinan akan hujan dan rada-rada merintah kita untuk pindah ke bagian dalam. Ye, gimana sih, kita kan mau menikmati udara segar. Tapi karena sore itu terlalu indah dan kita sedang malas untuk berdebat panjang lebar, maka kita nurut aja.

Begitu pindah ke dalam, kita ambil posisi yang nempel ke jendela kaca dan mulai memilih menu. Kaori memesan Caramel Nut Latte, sedangkan saya memesan Black Forest Latte. Untuk cemilannya, kita memutuskan untuk berbagi Anomali Club Sandwich. Cemilan kok sandwich sih hehehe.

Setelah menunggu beberapa saat, maka minuman pun datang. Caramel Nut Latte nya Kaori terasa mirip-mirip Caramel Caffe Latte dari kedai kopi sebelah. Hayo, kedai kopi yang mana tuh hehehe. Sedangkan Black Forest Latte saya terasa lebih nikmat. Apalagi didasar minuman saya ada butiran-butiran nikmat. Jadi rupanya minuman nikmat ini dibuat dari campuran kopi, krim dan cake black forest. Hmmm pantes aja enak.

Lalu kemudian, cemilan pun datang. Ah ternyata ini bukan sembarang cemilan. Sandwichnya terdiri dari 4 potong dan cukup lumayan utuk konsumsi kita berdua. Isinya ada lembaran keju, smoke beef, sayuran dan saus. Untuk rotinya, kita memilih jenis whole wheat. Hidup sehat gitu loh. Sandwichnya enak kok. Ini sandwichnya yang enak atau memang pada dasarnya kita udah kelaparan ya setelah melaksanakan pengencangan otot-otot malas di 3 kelas yoga hehehe.

Begitu sandwichnya abis, eh si Abgar nongol tuh. Langsung deh dia bergabung di meja kita dan ngobrol ngalor ngidul soal Anomali.

Anomali ini ternyata hanya menjual kopi single origin. Jadi kopinya asli dari satu tempat. Ini berarti juga bahwa sebanyak apa pun perkebunan yang ada di satu tempat meghasilkan satu macam kopi. Jadi apabila kita mengambil hanya kopi terbaik dari satu tempat dan menggorengnya dengan sempurna, kopi yang kita dapet pasti nikmat banget.

Kopi-kopi yang dijual di Anomali ini semuanya berasal dari tanah air Indonesia. Wuih nasionalisme banget ya. Semua jenis kopi di Indonesia ini ada, mulai dari Java Jampit, Toraja, dan lain-lain. Anomali ini juga punya mesin roaster sendiri yang diletakkan di tengah-tengah ruangan di lantai 1. Makanya Anomali juga menyebut diri sebagai Specialty Coffee Micro-Roaster. Sedangkan gudang kopinya diletakkan di tengah-tengah tangga menuju lantai 2. Lucu juga ya konsepnya. Anomali ini juga ternyata terdaftar di dalam Specialty Coffee Association of America. Ini supaya kualitas dan standar di Anomali ini tetap terjaga. Sedangkan konsep interior Anomali ini memang sengaja dibikin unfinished, karena memang ingin menciptakan suasana kayak di gudang kopi.

Abgar sendiri mengaku kalo dari dulu sudah tertarik dengan kopi dan belajar sendiri tentang kopi dari browsing-browsing di internet. Dia dan partnernya, Irvan Helmi, adalah orang-orang yang menggoreng kopi-kopi di Anomali ini. Mereka ini memanggil diri mereka sendiri sebagai Coffee Chief. Haiyah!!

Waktu ngomongin soal biji-biji kopi, tiba-tiba aja Abgar minta pelayannya untuk nyeduh kopi tubruk dari varian Java Jampit. Wuih coffe cupping dong!! Ketika kopi tubruknya dateng, Abgar dengan gayanya langsung ngaduk-ngaduk kopinya dan ditutup dengan ngetuk-ngetuk bibir cangkir dengan sendok. Gaya lo, Gar!! Waktu di icip-icip, memang kopi tubruknya nikmat banget. Sedap bowww.

Icip-icip kopi kan gak lengkap kalo gak ngunyah biji kopi. Setelah biji kopi terhidang diatas piring kecil, langsung aja deh tangan ini ngambil beberapa butir biji kopi dan mengunyahnya. Nyam nyam nyam. Garing dan gurih kayak makan kacang aja. Kaori pun dapet pengalaman baru, kalau ternyata biji kopi juga enak dikunyah. Asal biji kopinya baru di goreng ya. Kalo jarak dari menggoreng dan mengunyah biji kopi ini sudah terlalu lama, kira-kira lebih dari 2 minggu, ya pastinya rasa biji kopinya udah ga nikmat lagi dong.

Setelah asyik ngobrol ngalor ngidul, Abgar mempersilahkan kita untuk touring de Anomali ini, sambil nunjukin mesin penggoreng, gudang kopi dan coffee barnya. Yang menarik adalah poster gede diatas gudang kopi yang berisi pengumuman untuk mendukung petani kopi Indonesia dan kopi Indonesia itu sendiri. Yup mari kita dukung ya!!

Oh iya, Anomali ini juga menyediakan fasilitas free hotspot untuk berselancar di dunia maya. Tapi sayang, saya lagi ga bawa laptop tuh.

Setelah puas ngobrol-ngobrol, nanya-nanya dan jalan-jalan di Anomali ini, maka saya dan Kaori memutuskan untuk mengakhiri hari yang indah itu dan kembali ke rumah masing-masing.

Mungkin lain kali, saya akan kembali lagi ke Anomali. Tentunya sambil menenteng si Mr. White Mekbuk dan nongkrong dipojokan sambil menikmati kopi.

Selamat menikmati beberapa foto-foto yang diambil di Anomali ini ya!!















Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com

Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com

25 April 2008

Makan malam ala Jepang

Ketika tiba-tiba punya ide untuk makan-makan ala Jepang di rumah sendiri, sahabatku yang berasal dari Jepang, Kaori, lalu menawarkan diri untuk memakai rumahnya sebagai tempat untuk makan-makan. Wow, asyiikkkk dong……

Akhirnya rencana ini dijalankan pada hari sabtu, setelah melaksanakan pengencangan otot-otot malas di 3 kelas yoga. Dalam keadaan seperti ini, perut rasanya berhak dimanjakan oleh makanan yang nikmat-nikmat.

Target pertama kita adalah supermarket jepang bernama Papaya di kawasan Melawai. Ketika kami sampai di tempat ini, ternyata stok sushi nya sudah habis. Yaahhhh….. Akhirnya kita hanya membeli makanan gorengan berbentuk kroket dan bakso, serta sashimi. Selebihnya, si Kaori melaksanakan aktifitas belanja bulanannya dan ngobrol-ngobrol dengan sesama kawan dari jepang. Beberapa bahan yang termasuk dalam daftar belanja bulanannya ternyata merupakan bahan-bahan yang akan ia masak untuk makan malam ini. Hmm… jadi si Kaori masak yaaaaa…… Yihaaa!!!!

Setelah selesai belanja, kami pun segera pergi ke rumah Kaori. Setelah sampai, acara masak-memasak pun dimulai.

Kaori mulai memasak nasi yang akan dipakai sebagai bahan utama untuk membuat sushi ala kita-kita. Bahannya adalah beras khusus dari jepang, sejumput gula dan cuka. Beras jepang yang sudah dimasak menjadi nasi di campur dengan gula dan cuka lalu di angin-anginkan sampai dingin. Nasi ini harus dihidangkan dingin agar bisa dipakai untuk membuat sushi.

Sambil memasak sup mishosu shiru yang ditambah dengan beberapa jenis sayuran, dia pun memanaskan beberapa gorengan yang kita beli di Papaya, ikan bakar dan juga sekalian menggoreng Hangpeng. Hangpeng ini adalah ikan yang diolah dengan tepung. Cara memasak Hangpeng ini adalah digoreng dengan sedikit minyak wijen sampai matang.

Kaori pun mengiris sashimi yang dihidangkan diatas beberapa lembaran sayuran hijau yang segar.

Akhirnya acara makan-makan pun tiba.

Setelah makan mishosu shiru, kami membuat sushi sendiri. Nasi khusus yang telah dingin ditaruh diatas selembar rumput laut sambil ditekan-tekan dengan sendok agar bisa menempel dan rata dengan rumput lautnya. Selanjutnya, ya terserah kita diatasnya mau di isi apa. Boleh di isi ikan bakar, sashimi, atau bahkan keripik jepang yan sudah tersedia di meja.

Selain makanan diatas, tersedia juga teh jepang yang terbuat dari beras, dan sake di box kertas.

Pokoknya nikmat deeehhh….. Sambil makan-makan masakan sendiri, juga ngobrol-ngobrol tentang berbagai hal yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Perut kenyang, hati pun senang.

Di bawah ini ada beberapa foto-foto makanannya. Silahkan menikmati !!!












Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com

Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com

21 February 2008

Rumah Mode - Bandung

Tempat ini usahanya berjualan baju dan makanan, tapi pada mahal tuh jualannya.

Tapi ga apa-apa lah, paling tidak mata ini bisa terhibur ngeliat yang indah-indah.

Indah apanya ya? Ya liat aja sendiri disini.



















































Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com

Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com