05 August 2014

Aplikasi Kendaraan di iPhoneku: Easy Taxi atau Uber?

Aku adalah pengguna kendaraan yang maksimal. Karena pekerjaan utamaku menuntut aku untuk berkeliling mengunjungi orang-orang, sehingga mendapatkan transportasi yang aman dan nyaman adalah sebuah kebutuhan.
Transportasi yang biasanya aku pakai adalah kaki alias berjalan kaki, ojek dan taksi. Dari ketiga transportasi ini, tentu yang paling nyaman adalah taksi ya. 

Baru-baru ini, aku memakai dua aplikasi pencarian kendaraan taksi dan mobil yang bernama Easy Taxi dan Uber. Disini akan aku jelaskan mengenai dua aplikasi ini. 

Aku mengenal Easy Taxi dari pengemudi taksi yang sering mengantarkan aku ke beberapa tempat di Jakarta. Aku mengenal Uber karena melihat status Twitter teman-temanku yang telah menggunakan Uber terlebih dahulu. 

Kedua aplikasi ini tersedia di Apple Store, sehingga aku dapat mengunduhnya di iPhoneku. 

Sebelum memakai kedua aplikasi ini, aku perlu mendaftarkan email dan nomor telpon genggamku. 

Cara pemakaian kedua aplikasi ini hampir sama. Keduanya akan mendeteksi lokasiku dengan peta yamg ada di dalam aplikasi. Setelah posisiku terdeteksi, aku harus meyakinkan diri bahwa alamat dari posisiku adalah benar. Baru kemudian tombol pencarian taksi atau mobil akan keluar. Setelah memencet tombol pemesanan taksi atau mobil, maka sistem di aplikasi akan mencari taksi atau mobil terdekat. Bila supir menerima order, maka aku akan menerima pemberitahuan bahwa supir mengambil order tersebut. Setelah itu, akan muncul informasi mengenai data diri sang supir. 

Easy Taxi akan menampilkan info dari sang pengemudi dengan lengkap, yaitu nama pengemudi, nomor mobilnya, nama operator taksinya dan nomor telpon genggam sang pengemudi yang bisa dihubungi. Uber hanya akan menampilkan nama pengemudi, nomor polisi dari mobilnya dan jenis mobilnya. 

Untuk menghubungi sang pengemudi, Easy Taxi menyediakan tombol khusus untuk mengirim pesan kepada pengemudi melalui aplikasinya, dengan beberapa kata yang telah ditentukan. Sedangkan Uber menyediakan tombol untuk menelfon dan berkirim SMS kepada sang pengemudi, dan disinilah baru nomor telpon genggam sang pengemudi muncul.

Beberapa operator taksi di bawah Easy Taxi yang pernah aku naiki adalah: TransCab, Putra dan Go Green. Sedangkan Uber memakai mobil-mobil dari perusahaan yang menyediakan mobil yang bisa disewa, seperti MPM, Express Group, dan lain-lain.

Kesan pribadi setelah memakai Easy Taxi: Aplikasi bagus dan tidak ada pembayaran minimum sehingga aku membayarnya sesuai argo. Customer Service nya juga pro aktif dalam melayani pelanggan, termasuk membantu mencarikan taksi di jam-jam sibuk dan membantu untuk menegur pengemudi bila ada suatu masalah. Daerah pelayanan juga luas, tergantung dari posisi pengemudi taksinya. Mudah-mudahan operator taksi yang bergabung di bawah Easy Taxi ini makin bertambah dan jumlah taksinya juga bertambah ya. Pembayaran dapat dilakukan dengan uang atau voucher. Argonya mengikuti argo dari operator taksinya yang rata-rata bertarif bawah.

Kesan pribadi setelah memakai Uber: Para supirnya ramah dan sopan. Cara mengemudikan mobilnya juga halus dan aman. Mobilnya bagus dan bersih semua. Kadang-kadang disediakan air minum di mobil. Kapan lagi ya bisa naik Camry walau untuk satu kali perjalanan. Hehehe. Namun Uber tidak bisa melewati jalur 3 in 1 bila hanya mempunyai 1 penumpang. Untuk sementara, mobilnya hanya beredar di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Mudah-mudahan armada mobilnya bertambah banyak dan dapat melayani di berbagai tempat di Jakarta. Argonya mengikuti aturan dari Uber sendiri. Biasanya agak dibawah argo tarif atas. Pembayaran langsung diambil dari kartu kredit yang telah didaftarkan sebelumnya dan laporannya akan diberikan via email. Cukup praktis.

Jadi, mau pilh yang mana? Easy Taxi atau Uber? Dua-duanya sama-sama bagus. 
Kalau mau pilih taksi dan bisa lewat mana saja termasuk 3 in 1, bisa memilih Easy Taxi. 
Kalau mau pilih naik mobil non taksi yang agak mewah dan keluar dengan tangan bersih karena tidak menyentuh uang sama sekali yang disebabkan oleh pembayaran langsung diambil dari kartu kredit, silahkan pilih Uber. 

Pada saat aplikasi Easy Taxi baru keluar, yaitu sekitar bulan Juni 2014, aku sempat beruntung dapat memakai voucher promosi dari aplikasi ini. Lumayan kan dapat potongan Rp. 30.000 setiap kali naik taksi menggunakan aplikasi ini. Mudah-mudahan voucher promosi ini diadakan lagi ya. Hehehe. 

Khusus untuk Uber, aku berkali-kali bisa naik Uber gratis karena aku mendapatkan bonus kredit. Nah buat yang mau naik Uber gratis beberapa kali, silahkan mendapatkan bonus kreditnya dengan mendaftarkan diri dengan menggunakan referensi dari diriku di: http://uber.com/invite/astrida2

Selamat jalan-jalan ya ;-) 

29 July 2014

Photo Applications on My iPhone

I use Line Camera app to edit photos by adding text and combine multiple photos into one photo (collage).

I also use Instagram app to change the appearance of colors and lighting of the photo. This app is also used to share photos with friends on Instagram, Twitter, Facebook, Tumblr and Flickr.

The sharing of photos can also be done in Path app that is connected to Facebook, Twitter, Foursquare, Tumblr and WordPress. Path also has the ability to edit the colors and lighting in the photo.

Other photo sharing apps are Twitter, EyeEm, Pages from Facebook, and Google Plus.

I rarely edit my photos using the Photos app in my iPhone. I only use it when I want to share my photos from Twitter app only. 

Email Applications in My iPhone

Recently, the Mail app in my iPhone went errors for so many times. So I change it with Yahoo Mail and Gmail apps. Both apps are apparently much faster to arrive in my iPhone with notifications too. 

Yahoo Mail app looks more attractive because it can change its themes and can read the news as well. 

Gmail app only has email with so many categories. So it is also simple.

I still use Mail app on the iPhone to synchronize my calendar, notes and contacts. 

24 July 2014

Inspirasi Sahur Sehat Ala Quaker: Oatmeal Plum Asam Manis

Oatmeal Plum Asam Manis Ala Quaker

Siapa yang masih bingung mau memasak apa untuk sahur atau sarapan? Sejujurnya, sebagai anak kost, aku masih suka bingung juga kok. Hehehe! Tapi jangan kuatir! Ada kabar gembira bagi kita semua! Kini ada cara cepat untuk membuat makanan untuk sahur atau sarapan yang kandungan nutrisinya cukup untuk menunjang kesehatan secara menyeluruh dan dapat membuat tubuh merasa kenyang dan berenergi dalam waktu yang lama.

Judul makanannya adalah Oatmeal Plum Asam Manis Ala Quaker!

Inspirasi makanan ini didapat dari resep Quaker Apple Cinnamon yang ada di link ini: Inspirasi Sahur Sehat Ala Quaker 

Aku hanya memodifikasi resep diatas dengan meniadakan susu skim / krimer bubuk dan kayu manis, dan mengganti buah apel dengan Bunga Rosela dan Buah Plum.

Yuk! Mari kita buat makanan sehat ala Quaker ini ya! 

Bahan yang diperlukan adalah: 

8 Sendok Makan Oat Cepat Masak dari Quaker
1 Sendok Makan bubuk Bunga Rosela Merah kering 
3 Sendok Makan Gula Palem  
3 Buah Plum yang dikeringkan 
¾ gelas air panas yang mendidih 

Cara membuatnya: 

Masukkan Oat Cepat Masak dari Quaker, Bunga Rosela Merah dan Gula Palem ke dalam mangkuk. Aduk ketiga bahan tersebut secara merata agar nanti Oat tidak menggumpal ketika disiram air mendidih. Setelah bahan tercampur rata, tuangkan air mendidih ke dalam mangkuk yang sudah berisi tiga bahan makanan tersebut. Kemudian aduk-aduk lagi semua bahan yang ada didalam mangkuk. Tunggu sebentar sekitar 5 menit agar Oat mengembang. Sebagai penutup, letakkan buah Plum diatas Oat yang telah mengembang tersebut. 

Gampang kan! Total waktu pembuatan makanan ini kurang dari 10 menit loh! 

Sesuai dengan judulnya, bubur Oat ini akan terasa asam dan manis. Rasa asamnya didapat dari bunga rosela, sedangkan rasa manisnya didapat dari gula palem dan buah plum. Aku memang kurang suka makanan yang terlalu manis, sehingga rasa asam dari bunga rosela ini mampu memberikan keceriaan di setiap sela rasa bubur Oat ini.       

Perlu diketahui bahwa dari bubur Oat yang kubuat ini, selain rasa kenyang yang aku rasakan di perutku, aku mendapatkan banyak manfaat kesehatan, yaitu: 

Oat Cepat Masak dari Quaker ini kaya akan kandungan serat, zat besi, zat magnesium dan zat seng, dan dapat membantu menurunkan kolesterol darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah obesitas.  
Bunga Rosela ini kaya akan kandungan vitamin C dan dapat mencegah penyakit kanker, mencegah radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar. 
Gula Merah yang merupakan pemanis alami ini dapat mencegah asma, menyembuhkan demam karena influenza, mencegah jerawat, mencegah anemia, dan mengatasi sariawan. 
Buah Plum yng mengandung antioksidan tinggi ini bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, mencegah gangguan syaraf, mencegah kanker, mencegah depresi, merawat kulit, dan makanan penuh gizi untuk ibu hamil. 

Kamu juga dapat mencoba membuat kreasimu sendiri dengan Oatmeal dari Quaker ini di link ini: Inspirasi Sahur Sehat Ala Quaker 
Dan ada hadiahnya loh! Buruan ikutan sebelum terlambat! 

Nah! Tunggu apa lagi? Yuk mari kenyangkan perutmu secara sehat dengan memakan Oat dari Quaker dan tumbuhkan semangat kreatif dalam dirimu dengan menambahkan bahan makanan pelengkap lainnya yang bervariasi ke dalam makanan Oatnya agar kamu semakin bersemangat untuk hidup sehat. 

Salam hidup sehat dan perut kenyang maksimal :-) 



If you have any question, please send it to: astrid_amalia@yahoo.com

28 June 2014

How to Stay Healthy & Fit During the Fasting Month

Tips to stay healthy & fit during the fasting month from www.facebook.com/YogaWithAstrid :

1. Start your breakfast for the fasting with more food that have more fiber (like vegetables & fruits), a little protein & few carbohydrates. Try to finish the breakfast for fasting in a minimum of 30 minutes before the closing time, so your body can digest the food properly & save some room for the water. Then you can close it by drinking enough water at the closing time.

2. For a better digestive system, end your fasting by drinking enough water first to replace the lost of liquids in your body after you do the fasting that day. Then you can start your normal dinner 30 minutes later.

Have a happy fasting! I hope you enjoy your Holy Month & get benefit from it! May God bless you. Amen.

Astrid Amalia 

Bagaimana Agar Tetap Sehat & Bugar Selama Berpuasa

Tips agar tetap sehat dan bugar pada saat berpuasa dari www.facebook.com/YogaWithAstrid : 

1. Sahurlah dengan makanan yang lebih banyak mengandung serat (seperti sayuran & buah), sedikit protein & sedikit karbohidrat. Usahakan untuk menyelesaikan makan minimum 30 menit sebelum imsak, agar tubuh dapat mencerna makanan & menyediakan ruangan untuk air. Baru kemudian, tutuplah sahur dengan meminum air putih yang cukup pada saat imsak.

2. Agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik, berbuka puasalah dengan meminum air putih yang cukup dahulu untuk mengganti cairan yang hilang selama berpuasa pada hari itu. Baru kemudian makan malam seperti hari biasa dapat dimulai 30 menit sesudahnya.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadahnya dapat dinikmati & bermanfaat. Semoga Tuhan memberkati. Amin. - Astrid Amalia

19 April 2014

Inspirasi dari Buku "Four Agreements" di Dalam Hidupku

Buku “Four Agreements” yang ditulis oleh Don Miguel Ruiz ini turut mewarnai sejarah hidupku dan menjadi suatu buku yang wajib kubaca setiap saat kala diperlukan karena isinya mampu menginspirasi aku untuk mengambil sikap dalam beberapa situasi di dalam hidupku, baik yang berhubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Pada tahun 2012, setelah beberapa tahun aku berlatih yoga, akhirnya aku memutuskan untuk mewujudkan niatku menjadi guru yoga dengan mengikuti pendidikan tentang yoga di sebuah sekolah yoga di Bali. Pada saat itu, aku memang bermimpi dan bercita-cita menjadi guru yoga, karena yoga adalah kegiatan fisik dan spiritual yang paling aku senangi dan aku merasa yoga telah menjadikanku pribadi yang lebih baik dengan jiwa dan raga yang sehat. Pada saat itu, aku bercita-cita untuk ikut membagikan kebaikan tentang yoga ini kepada semua orang sebagaimana halnya yang telah dilakukan oleh para guru yogaku, yaitu dengan mengajarkan yoga kepada sesama manusia.

Sebelum aku memulai sekolah yogaku di Bali, aku mohon pamit kepada beberapa orang yang kusayangi. Mereka semua merestui keinginanku, namun salah satu dari mereka menyatakan keraguannya dengan mengatakan bahwa yoga bukanlah suatu karir (yang baik). Pada saat mendengar hal itu, tentu saja hatiku agar remuk redam. Namun aku mengerti bahwa jabatan sebagai “Guru Yoga” tidaklah terdengar semengesankan dan semewah jabatanku dulu sebagai “Wartawan”, “Konsultan Keamanan”, “Editor Majalah”, dan “Manajer Media Sosial”.

Dibalik semua kekecewaan tersebut, aku tetap berangkat ke Bali dan meneruskan cita-cita dan keinginanku untuk bersekolah yoga. Selama 2 bulan di sekolah yoga ini, aku merasakan betul proses “pemurnian” di dalam diriku, baik melalui proses belajar, latihan, dan juga termasuk melalui beberapa buku yang aku harus baca sebagai salah satu tugas wajib di sekolah ini.

Salah satu bukunya adalah “Four Agreements” yang ditulis oleh Don Miguel Ruiz. Di dalam buku ini terdapat panduan bagi pembacanya dalam menyikapi diri sendiri dan orang lain dengan tujuan agar mereka dapat hidup di “surga” yang mereka ciptakan sendiri melalui sikap dan perkataan mereka, menciptakan “surga” bagi orang lain dan menghindar dari “neraka” yang diciptakan oleh orang lain.

Salah satu “perjanjian” yang menarik adalah mengenai “Jangan mengambil semuanya secara pribadi”, atau kalau dalam bahasa gaulnya adalah jangan terlalu sensitif terhadap sikap dan perkataan orang lain terhadap kita. Dari sini aku belajar bahwa mungkin keraguan orang tersebut atas keinginanku menjadi guru yoga karena orang tersebut dulunya tak punya kesempatan untuk membuat cita-citanya menjadi kenyataan, sehingga dia merasa bahwa orang lain pun tak akan pernah bisa membuat cita-citanya menjadi kenyataan. Mungkin juga bahwa orang tersebut merasa bahwa mustahil bagi diriku menjadikan status guru yoga sebagai pekerjaan utama yang dapat menghidupi diriku sendiri.

“Perjanjian” lain yang menarik di buku ini adalah mengenai “Selalu lakukan yang terbaik”. Banyak hal yang dapat ditarik dari “perjanjian” ini, termasuk melakukan persiapan sebaik mungkin. Hal ini sangat berguna bagiku dalam hal menjalankan karirku sebagai guru yoga. Dari peristiwa diatas, akhirnya aku memutuskan untuk berusaha sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik ketika belajar di sekolah yoga di Bali, sehingga aku dapat lulus dengan baik pula dan dapat menjadi guru yoga yang baik. Dan di dalam karirku sebagai guru yoga, hal ini kulakukan bukan hanya sebagai pembuktian terhadap orang yang meragukan keberhasilanku dalam karirku sebagai guru yoga, namun juga sebagai bentuk pertanggungjawabanku terhadap semua klien yang aku tangani.

Pada akhirnya, dari buku ini, aku belajar bahwa aku tidak perlu memikirkan apa pendapat orang lain terhadap diriku, selama aku dapat mengerjakan pekerjaan dan kewajibanku secara baik dan dapat mempertanggungjawabkan hal itu, dan tentunya selama aku tidak merugikan dan menyusahkan orang lain. Aku juga belajar untuk selalu melakukan dan menjadi yang terbaik dalam melakukan pekerjaan utamaku. Pekerjaan utamaku memang hanyalah seorang guru yoga, namun bila aku melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan keahlianku, maka aku rasa pekerjaanku yang biasa saja itu dapat menjadi terasa lebih istimewa. Dan hal inilah yang aku rasakan. Pekerjaan ini memanglah tidak mewah, namun sangat cukup bagiku untuk dijadikan sebagai sarana berbagi kepada sesama umat manusia.

Aku juga belajar dari orang yang tidak percaya akan kemampuanku itu bahwa aku tidak boleh bersikap seperti dia yang mengatakan sesuatu yang dapat menjatuhkan mental orang lain. Sejujurnya, mentalku sempat runtuh ketika mendengar perkataan orang tersebut, namun aku cukup beruntung dikaruniai sifat yang masa bodoh dengan pendapat orang dan malah makin gigih dalam mencapai apa yang kucita-citakan. Di dalam buku ini sebetulnya juga tercantum “perjanjian” yang lain, yaitu tentang “Berkata-katalah dengan ucapan yang sempurna dan tidak mencela”, yang berarti bahwa kita harus selalu mengucapkan kata-kata yang positif, baik dan mendukung. Dan belajar dari peristiwa diatas, maka perjanjian yang satu ini akan kupakai sebagai sikap positifku terhadap diri sendiri maupun orang lain dalam kehidupanku sehari-hari.

Buku ini menjadi buku wajibku yang selalu kubaca berulang-ulang agar sikapku dan perkataanku dapat menjadi surga buat orang lain, dan agar neraka yang diciptakan oleh orang lain tidak menjadi nerakaku.

Ad Maiorem Dei Gloriam
Iesus Hominus Salvator




Devosi Kepada Maria - Nuestra Senora: Ratu dan Ibu Kita

Catatan: Tulisan ini adalah catatan pribadiku yang kubuat sebagai pekerjaan rumah dari Kursus Latihan Doa dan Hidup Rohani pada minggu ke empat yang kuikuti di gereja. Karena ini hanyalah pekerjaan rumah dari sebuah kursus, jadi tolong tulisan ini dibaca dengan pikiran dan hati yang terbuka, tanpa ada prasangka apa pun terhadap maksud dan tujuanku menulis tulisan ini. Terima kasih.

----------

Tuhan, Sang Tabib dan Penyembuh Dalam Hidupku

Beberapa tahun sebelum aku mulai rajin beribadah ke gereja, ada salah satu bagian di dalam tubuhku yang terasa sakit, seperti ada sebatang besi yang tertancap di bagian tersebut dan seperti ada semut-semut yang berjalan bolak-balik di bagian tersebut. Aku ingin sembuh dari rasa sakit tersebut, namun entah kenapa, aku tidak memiliki waktu untuk pergi ke dokter untuk memeriksakan rasa sakit tersebut. Hal ini bukanlah kesengajaan yang kukerjakan karena tidak mau ke dokter. Pada saat itu, aku mencoba menghilangkan rasa sakit itu dengan berlatih yoga. Dalam pikiranku saat itu, kalau aku bisa meringankan rasa sakit yang dialami oleh para murid yogaku, tentu aku juga harus bisa menghilangkan rasa sakitku sendiri. Rasa sakitnya memang bisa berkurang, namun belum bisa hilang dan selalu timbul terus. Bahkan di dalam intensi Doa Bulan Purnama yang merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Yogaku pada tahun 2012, meminta kesembuhan atas rasa sakit ini adalah hal pertama yang kutulis di dalam daftar doaku.

Dilain hal, dulu aku juga memiliki luka batin yang sangat menggangguku. Setiap kali mengingat seseorang, rasanya aku ingin marah. Jangankan mengingat wajahnya, mendengar namanya saja sudah bisa membuat aku kesal. Aku memiliki luka batin ini jauh lebih lama dari rasa sakit di dalam tubuhku yang telah kujelaskan diatas. Untuk luka batin yang ini, dulu aku tak pernah punya rencana untuk memaafkannya.

Pada bulan November 2013, beberapa saat sebelum aku dibaptis pada bulan Desembernya, aku merasakan keajaiban yang luar biasa atas dua luka di dalam tubuhku yang kusebutkan diatas. Yang pertama adalah bahwa aku merasakan betul bahwa rasa sakit di bagian tubuhku itu telah hilang begitu saja. Iya, aku tiba-tiba sembuh! Dan yang kedua, pada saat mengucapkan doa kepada sesama yang harus menyebutkan nama dari orang-orang yang kudoakan, entah kenapa, tiba-tiba nama orang yang membuatku marah tersebut begitu saja terucap dengan lancar tanpa aku merasa ada kemarahan sama sekali di dalam hatiku. Dan aku menyebut nama lengkapnya! Aku pun sempat berhenti berdoa karena aku kaget sendiri. Bagaimana bisa aku menyebut nama orang ini dengan lengkapnya tanpa rasa marah? Tuhan rupanya begitu baiknya mau menyentuhku dengan menyembuhkan aku dan menghibur aku sehingga rasa sakitku hilang dan aku mau memaafkan orang yang membuatku marah.

Tuhanku memang luar biasa! Dia adalah dokter terhebat di alam semesta ini yang mampu menyembuhkan aku melalui caranya yang istimewa sekali!

Terima kasih, Tuhanku, Engkau begitu baik sekali kepadaku! Engkau mau turun sendiri untuk menyentuhku dan menyembuhkan luka fisikku dan luka batinku. Aku merasakan betul bahwa Engkau menjamahku dengan istimewa sekali. Engkau mengambil rasa sakit dan rasa lukaku, dan Engkau menggantikannya dengan rasa suka cita dan permaafan. Engkau bagaikan air yang menetesi sebuah batu yang keras. Engkau menetesi aku dengan air cintamu yang penuh kasih yang melembutkan kepala dan hatiku sehingga menjadi pasir putih yang halus dan lembut. Tuhan, Engkaulah dokterku yang paling terbaik di alam semesta ini. Semoga kesembuhan yang Engkau berikan kepadaku dapat membuat jiwaku tenteram dan damai. Tuhan, bila Engkau berkenan, aku mohonkan ijin-Mu untuk membagikan berkat kesembuhan ini kepada sesamaku di dunia ini. Aku juga ingin agar semua makhluk hidup di bumi ini hidup tanpa rasa sakit. Semoga aku selalu punya kemurahan hati untuk meringankan rasa sakit makhluk hidup di dunia ini melalui tanganku atau pun melalui doa-doa yang kupanjatkan kepada-Mu.


Maria – Sang Ratu

Ibu Maria adalah bagian dari pertumbuhan iman di dalam hidupku. Ia datang melalui doa Salam Maria yang ku ucapkan kala aku merasa kosong, sepi dan sendiri. Bersama Bapa di Surga, Yesus Kristus dan Roh Kudus, Sang Ratu Maria membawaku pada kunjungan pertamaku di saat dewasa ke gereja. (Catatan: Kunjungan ke gereja di saat dewasaku bukanlah pengalaman pertamaku masuk ke gereja. Waktu aku sekolah, aku telah sering berkunjung ke gereja, karena sekolahku adalah sekolah Katolik).

Keberadaan Sang Ratu Maria di sisi Tuhan Yesus setiap saat sampai ajal-Nya juga telah membuatku melihat kembali kepada hubunganku dengan ibuku sendiri. Waktu aku masih kecil, ibuku adalah sang malaikat penolong yang rela menggendongku berkeliling komplek untuk mengantarkan aku yang sakit gigi ke dokter. Hal ini masih teringat betul di dalam pikiranku. Ibuku adalah salah satu orang pertama yang memberikan ijin ketika aku menyatakan ingin menjadi pengikut Yesus Kristus dan menjadi orang Katolik. Di saat itu, aku merasakan betul bentuk kehadiran Sang Ratu Maria di dalam diri ibuku. Dua sosok ini sama-sama memiliki hati yang luas dan penuh kerelaan. Sang Ratu Maria merelakan dirinya untuk menjadi tempat awal mula dan bertumbuhnya Yesus Kristus. Ibuku merelakan aku untuk memiliki keyakinan yang tidak sama dengan keyakinan yang dimilikinya.
Ibuku, terima kasih ya, untuk izin dan keikhlasanmu. Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyayangimu.

Dan sejak aku mulai rajin beribadah ke gereja, aku mulai sering mengucapkan Doa Rosario sambil membayangkan bahwa Sang Ratu Maria sedang ada bersamaku. Doa Rosario mampu membuat diriku merasa tenang dan damai, bahkan di saat-saat aku merasa cemas. Aku mengucapkan Doa Rosario ketika menunggu taksi, di tengah kemacetan di ibukota Jakarta ini, saat sebelum tidur, dan lain-lain. Doa Rosario sangat mampu meredamkan kecemasanku, menambah kesabaranku, menenangkan aku sehingga aku dapat tidur dengan lebih nyenyak, dan lain-lain. Aku sangat bisa merasakan bahwa Sang Ratu Maria memelukku dengan erat dan membisikkan kata-kata bahwa aku tak perlu kuatir tentang hal apa pun di dunia ini selama aku percaya akan kasih Tuhan kepadaku.

Doa Salam Maria juga selalu menyertaiku, selain doa Bapa Kami dan Kemuliaan, ketika aku mengajar Yoga, baik di awal, di tengah maupun di akhir kelas. Aku selalu ingin agar Sang Ratu Maria berada di sisiku agar Sang Ratu dapat membagikan sifat keibuannya kepadaku, sehingga aku dapat mempergunakan ilmu dan kemampuanku seluas-luasnya untuk merawat kebaikan dan kesehatan dari murid-muridku.

Di dalam bayanganku, Sang Ratu Maria telah menjadi sumber rasa tentram dan damai di dalam diriku, menjadi pelindungku dari segala mara bahaya dan menjadi panutan dalam hal mengasihi dan menyayangi sesama makhluk hidup.

Bunda Maria, terima kasih bahwa Engkau telah mau hadir di dalam hidupku dan menemani aku di dalam segala aktifitasku. Bunda Maria, tolonglah aku dan doakanlah aku.


Pejiarahan Rohani Menuju Tuhan

Sang Ratu Maria adalah manusia yang penuh kerelaan menerima apa pun kehendak dari Bapa di Surga. Dengan kerelaannya inilah, maka Yesus ada, datang dan menjadi menjadi Guru bagi pengikut-Nya.

Sedangkan aku dulu adalah yang manusia yang keras dengan kehidupan yang terasa cepat, mewah, sibuk, penuh ketegangan, penuh persaingan dan rasanya tak ada kesempatan untuk berhenti sejenak untuk bernafas, mendamaikan diri dan mendengar kehendak Tuhan. Dan akhirnya, aku menemukan suatu titik dimana aku harus berhenti sejenak untuk mendengarkan Tuhan. Sebenarnya, Tuhanlah yang menginginkan aku untuk berhenti sejenak agar aku dapat mendengar suara-Nya dan menyadari bahwa jiwaku yang dulu itu kosong dan hampa. Di titik perhentian inilah, aku bertemu dengan Tritunggal Maha Kudus yang mengajakku untuk masuk ke dalam rumah mereka yang nyaman.

Sekarang ini, aku adalah manusia yang “lentur” dalam menyikapi hidup ini dengan kehidupan baruku yang terasa pelan, sederhana, rileks, penuh ketenangan dan penuh persahabatan. Dan aku selalu memiliki waktu untuk berhenti sejenak untuk bernafas, berpikir, melihat kembali segala langkahku yang telah kuambil dan mendengarkan kehendak Tuhan. Ternyata aku baru menyadari bahwa berkat dari Tuhan yang paling besar adalah jiwa yang tenang, hati yang damai dan wajah yang penuh suka cita. Berkat yang datang tak perlu harus berkat yang besar dan mewah, justru berkat yang baik bagiku adalah yang datang dalam bentuk kecil dan sederhana, namun ada tersedia setiap hari.

Seorang sahabat dekat yang jiwa dan indra ke enamnya sangat sensitif karena seringnya melakukan meditasi juga mengatakan bahwa Tuhan telah begitu baiknya mempersiapkan dan memperbaiki fisikku melalui jalan Yoga, sehingga jiwaku pun akhirnya terbentuk dan siap menyambut agama baru yang membuat diriku menjadi manusia yang bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik.

Terima kasih, Sang Ratu Maria, yang telah menjadi teladan bagiku agar aku selalu mau mendengarkan kehendak dari Bapa di Surga.

Ad Maiorem Dei Gloriam
Iesus Hominus Salvator


17 April 2014

Devosi Kepada Ekaristi - Bukti Cinta-Nya yang Paling Besar

Catatan: Tulisan ini adalah catatan pribadiku yang kubuat sebagai pekerjaan rumah dari Kursus Latihan Doa dan Hidup Rohani pada minggu ketiga yang kuikuti di gereja. Karena ini hanyalah pekerjaan rumah dari sebuah kursus, jadi tolong tulisan ini dibaca dengan pikiran dan hati yang terbuka, tanpa ada prasangka apa pun terhadap maksud dan tujuanku menulis tulisan ini. Terima kasih.

----------

Tulisan ini dibuat berdasarkan atas inspirasi dari Bacaan Kitab Suci yang dipilih: MARKUS 6: 30 – 44 (YESUS MEMBERI MAKAN LIMA RIBU ORANG)

Perayaan Ekaristi adalah salah satu hal penting di dalam hidup ke-Katolik-anku, karena melalui perayaan Ekaristi inilah aku bisa merasakan sekali kemesraanku dengan Tuhan yang dirayakan dalam suatu pesta yang romantis. Bagiku, perayaan Ekaristi ini adalah suatu kencan religius dengan Sang Cinta dari kehidupan itu, yaitu Tuhan.

Tuhan, Dirimu mengawali kencan religius yang romantis ini dengan menjadi Kekasih Yang Bijaksana melalui sapaan ramah-Mu yang dinyatakan lewat sabda-sabda-Mu yang mengajariku tentang siapa diri-Mu dan tentang kehidupan yang Kau berikan kepada semua ciptaan-Mu. Sabda-Mu selalu bermakna dan indah. Cinta, kasih dan pengampunan adalah yang Kau ajarkan kepada semua ciptaan-Mu. Tiga hal itulah yang Kau curahkan kepadaku setiap hari terus-menerus sampai aku tak sanggup menampungnya. Kekasihku Yang Bijaksana, berilah aku kemampuan untuk membagikan tiga berkat dari-Mu, yaitu mencintai, mengasihi dan mengampuni, kepada sesama makhluk hidup di alam semesta ini.

Pada saat pemecahan roti dan penuangan anggur, aku merasakan bahwa Tuhan Yesus adalah Kekasih Yang Baik Hati yang mau melayani aku untuk menyiapkan makanan dan minuman yang akan dinikmati oleh Dikau Sang Kekasih dan aku dalam sebuah kencan religius yang sangat mesra ini. Terbersit didalam hatiku, bila Kekasihku Yang Baik Hati ini rela melayani aku, maka aku pun ingin diberi sebuah kerelaan untuk melayani-Mu. Kekasihku Yang Baik Hati, berilah aku kemampuan untuk melayani-Mu, memuaskan-Mu dan menyenangkan hati-Mu di dalam kehidupan sehari-hariku melalui segala tindakanku dan perbuatanku kepada sesama makhluk hidup di alam semesta ini.

Dulu, sebelum dibaptis, aku belum boleh menikmati roti dan anggur bersama Dirimu, Kekasihku Yang Mulia. Dirimu menggantinya dengan berkat tanda salib atau tumpangan tangan di dahiku. Pada saat itu, sudah cukup bagiku menerima berkat-Mu dengan cara seperti itu. Aku bisa merasakan daya penyembuhan dari-Mu yang mengalir dari dahiku dan kepalaku yang kemudian menyebar ke seluruh tubuhku, sama seperti halnya ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang tak melihat dan tak mendengar. Aku bisa merasakan sekali bahwa Kekasihku Sang Penyembuh telah benar-benar hadir di dalam diriku untuk menyembuhkan diriku. Aku pun kemudian sembuh dan lepas dari rasa sakit yang telah hidup bersamaku selama bertahun-tahun.

Di dalam kehidupanku sehari-hariku, aku mempergunakan ilmuku dan tanganku untuk membantu sesamaku melepaskan hal-hal yang tidak penting di dalam tubuh mereka dan membantu proses penyembuhan mereka atas rasa sakit yang mereka rasakan melalui terapi Yoga dan terapi sentuhan kasih sayang yang bernama terapi CranioSacral. Namun Kekasihku Yang Mulia begitu baik hati mau memberikan kekurangan pada diriku sehingga aku tidak bisa menyembuhkan diri sendiri dengan tanganku sendiri, supaya Dirimu sendiri bisa datang padaku, menjamahku secara pribadi dan menyembuhkanku. Aku tetap memerlukan tangan-Mu, Kekasihku Yang Mulia, melalui perayaan Ekaristi ini, agar aku bisa sembuh dari rasa sakitku.

Kekasihku Sang Penyembuh, terima kasih telah memberikan kekurangan pada diriku sehingga Dirimu dapat datang sendiri untuk menjamahku dan menyembuhkan aku. Kekasihku Sang Penyembuh, terimakasih telah memberikan kesempatan padaku untuk melihat wajah-Mu yang penuh keindahan dan kebaikan yang memberikan kebahagiaan dan kesembuhan bagiku. Dengan segala cintaku pada-Mu, terima kasih telah memberkati, menyayangi, menyembuhkan dan menyelamatkan diriku.

Setelah dibaptis, akhirnya aku dapat menikmati roti dan anggur bersama Tuhan, Sang Kekasih Muliaku. Roti yang kecil itu memberi kekuatan pada jiwa dan ragaku bagaikan fondasi beton yang menegakkan sebuah bangunan, sedangkan anggurnya menyegarkan jiwa dan ragaku bagaikan air yang menyirami gurun pasir yang kering. Roti dan anggur merupakan tanda bahwa Kekasihku Yang Mulia telah benar-benar hidup di dalam diriku. Rahmat, karunia dan berkat-Mu telah hadir di dalam jiwa dan ragaku. Seperti ketika Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang dengan 5 roti dan 2 ikan, maka aku selalu berharap bahwa roti kecil dan secelup anggur yang kumakan dan kuminum itu dapat kubagikan lagi ke makhluk hidup di sekelilingku. Aku percaya bahwa setitik rahmat, karunia dan berkat dari-Mu justru dapat menjadi berlipat ganda jumlahnya bila terus menerus dibagikan ke sekelilingku. Aku percaya bahwa berbagi membuat aku semakin kaya. Semakin dibagi, semakin mendapatkan banyak. Kekasihku Yang Maha Pemurah, berilah aku jiwa yang rela dan mau berbagi kepada sesama makhluk ciptaan-Mu agar segala kebaikan-Mu dapat tergenapi di bumi ini.

Pada saat bersalaman dengan umat-Mu untuk saling menyebarkan perdamaian, Kekasihku Yang Penuh Dengan Kedamaian mengajarkan kepadaku bahwa aku yang diciptakan dengan setitik cinta ini harus dapat menjadi pembawa damai bagi semua makhluk ciptaan-Nya. Kekasihku Yang Penuh Dengan Kedamaian, semoga aku selalu menjadi pembawa damai bagi semua makhluk ciptaan-Mu di seluruh alam semesta ini.

Pada saat menyanyikan beberapa lagu yang aku kenal di perayaan Ekaristi, aku bisa merasakan suatu enerji yang mengalir naik dari telapak kakiku ke mahkota kepalaku. Rasanya luar biasa indah sekali! Bahkan ketika aku membayangkan kehadiran-Mu, Kekasihku Yang Baik Hati, tubuhku terasa hangat sekali dan bibir ini tak henti-hentinya ingin tersenyum. Apa pun yang aku pandang terlihat sungguh terang dan indah sekali semuanya. Kekasihku Yang Baik Hati, terima kasih telah hadir di dalam diriku dengan cara-Mu yang indah sekali. Semoga enerji yang datang tersebut adalah tanda kehadiran-Mu di dalam tubuhku. Kalau pun itu bukan diri-Mu, tolong kirimkan Para Roh Kudus-Mu untuk menjagaku.

Setelah perayaan Ekaristi berakhir, aku merasakan kebahagiaan telah bertemu dengan Kekasihku Yang Baik Hati dalam sebuah kencan perjamuan makan yang romantis sekali. Kekasihku Yang Baik Hati, terima kasih atas segala segala Berkat-Mu, Firman-Mu dan Tubuh-Mu yang masuk dan mengalir di dalam diriku. Semoga Dirimu, Kasih-Mu dan Cinta-Mu tetap hidup di dalam diriku dan semoga aku dapat membagikannya kembali ke sesama makhluk hidup di alam semesta ini.

Kekasihku Yang Mulia, biarkan aku melihat kebaikan di dalam diri-Mu dan merasakan keindahan mencintai-Mu setiap hari, agar aku bisa membagikannya kembali ke sesama makhluk hidup di alam semesta ini ini. Sang Maha Terang, terangilah wajahku dengan sinar cahaya wajah-Mu, agar sinar cahaya tersebut dapat kupantulkan ke sesama makhluk ciptaan-Mu di alam semesta ini, sehingga yang sakit dapat sembuh dan dunia ini terbebas dari rasa sakit dan patah hati. Penuhilah aku dengan Roh Kudus-Mu dan anugerahilah aku dengan rahmat-Mu. Aku cinta pada-Mu, Kekasihku Yang Mulia. Amin.

Ad Maiorem Dei Gloriam
Iesus Hominus Salvator

16 April 2014

Devosi Kepada Allah Kristus - Ditempatkan di Samping Putera

Catatan: Tulisan ini adalah catatan pribadiku yang kubuat sebagai pekerjaan rumah dari Kursus Latihan Doa dan Hidup Rohani pada minggu kedua yang kuikuti di gereja. Karena ini hanyalah pekerjaan rumah dari sebuah kursus, jadi tolong tulisan ini dibaca dengan pikiran dan hati yang terbuka, tanpa ada prasangka apa pun terhadap maksud dan tujuanku menulis tulisan ini. Terima kasih.

----------

Tulisan ini dibuat berdasarkan atas inspirasi dari Bacaan Kitab Suci yang dipilih: MAZMUR 34 (DALAM PERLINDUNGAN TUHAN)

*** Catatan: Aku mengenal ayat ini sebagai bacaan setelah melakukan pengakuan dosa yang pertama. Ayat ini berkesan sekali bagiku karena ayat ini mampu mengingatkan aku tanpa harus memaksa. Ayat ini sangat lembut dalam menggambarkan pencarian terhadap Tuhan. ***

Dulu, aku belum bisa menemukan-Mu, Tuhan. Ketika aku mulai rajin mengunjungi gereja dan memuji nama-Mu secara meriah bersama umat-Mu yang lain, aku mulai bisa merasakan kehadiran-Mu. Engkau telah benar-benar menarik aku ke dalam kerajaan-Mu ketika aku dibaptis. Ketika aku sudah berada di kerajaan-Mu, aku merasa yakin akan langkahku ke depan. Aku merasa bahagia sekali, Tuhan. Kebahagiaanku terhadap kehadiran-Mu membuat hidupku terasa ringan sekali. Betapa pun banyak rintangan dan kesedihan di dalam hidupku, aku tetap merasa bahagia, karena kehadiran-mu di dalam hidupku menguatkanku dan menghiburku. Aku merasakan kedamaian yang luar biasa dengan hidup bersama-Mu, Tuhan, baik di dalam doa, pekerjaan sehari-hari dan segala aktifitasku.

Tak berdoa kepada-Mu membuatku merasa tak nyaman. Bekerja tanpa mengikutsertakan diri-Mu di dalam pekerjaanku membuat pekerjaanku terasa kering. Melakukan sesuatu yang melanggar hukum cinta kasih-Mu membuat diriku merasa bersalah. Aku tanpa-Mu, Tuhan, adalah jiwa yang kosong, rapuh dan sedih.

Setiap hari, kerinduanku terhadap Bapa di surga dan Bunda Maria adalah keinginan agar Bapa dan Bunda Maria selalu menyertaiku di dalam setiap gerak langkahku. Aku ingin agar Bapa mau hidup di dalam hatiku untuk mengarahkan hidupku ke arah yang lebih baik lagi. Aku ingin agar Bunda Maria hadir dalam setiap perbuatanku kepada semua makhluk hidup di dunia ini agar perbuatanku itu penuh dengan sifat cinta dan kasih yang sama seperti yang dimiliki oleh Bunda Maria.

Kristus, inilah aku yang menjawab panggilan-Mu untuk menjadi pengikut-Mu. Sekarang aku sedang berusaha mengenal-Mu lebih dalam melalui doa yang kulantunkan setiap aku bernafas, pelajaran tentang dirimu dalam berbagai kursus di gereja dan pekerjaanku yang mengikutsertakan diri-Mu di dalamnya agar aku dapat lebih mencintai-Mu. Aku sadar bahwa dengan menjadi pengikut-Mu, maka aku punya kewajiban untuk melayani-Mu di dunia nyata melalui sesama makhluk hidup di dunia ini.

Tuhan, terima kasih untuk semua cinta, kasih dan perlindungan yang Kau berikan secara cuma-cuma kepada diriku. Aku bahagia sekali karena Tuhan menyempatkan diri untuk datang ketika aku mencari-Mu dan kemudian Kau mengajakku untuk mengikuti-Mu. Berilah aku kemampuan untuk membagikan kembali cinta, kasih dan perlindungan tersebut kepada sesama makhluk hidup di dunia ini. Amin.

Ad Maiorem Dei Gloriam
Iesus Hominus Salvator