29 March 2005

NGOPI BERSAMA IDA & KRISNA SHOW

(Jawaban seluruh pertanyaan pendengar Delta FM melalui SMS tentang kopi)

Saya adalah salah seorang penggemar dan penikmat kopi, terutama kopi dari Indonesia, tanah air saya sendiri. Saya memang lebih senang mencap diri sendiri sebagai penikmat kopi daripada cap-cap lain yang kedengaran terlalu berat di kuping saya. Saya banyak mendapatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai jenis kopi, terutama kopi dari tanah air, dan seluruh hasil icip-icip saya terhadap kopi, makanan dan berbagai hal dalam hidup saya pasti akan saya tulis di catatan kecil saya di sini.

Pada hari Jumat beberapa waktu yang lalu, saya didaulat oleh mbak Ida dan mas Krisna untuk diwawancara di acara mereka yaitu Ida & Krisna Show di Radio Delta FM Jakarta 99,1 Mhz dengan topik seputar kopi dan ngopi dan juga seputar hobi saya yang suka ngopi ini. Wah, sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk diwawancara oleh 2 orang penyiar senior yang selama ini hanya saya dengar suaranya yang merdu tersebut melalui radio.

Selama acara Ida & Krisna Show, ternyata banyak sekali pendengar yang mengirimkan SMS ke Delta FM untuk menanyakan hal-hal seputar kopi. Di bawah ini, saya akan coba bahas kopi melalui pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke Delta FM melalui SMS. Mohon maaf bila ada kekurangan di sana-sini. Selamat menikmati!

----------

Kalau kopiko gimana rasanya?

Karena Kopiko itu pada dasarnya adalah permen, ya rasanya lebih banyak di dominasi oleh rasa manis, sedangkan kadar kopinya saya pikir kok agak sedikit ya.


Kalau kopi tanpa ampas itu kopi robusta apa arabika?

Kopi tanpa ampas itu namanya kopi instant. Kopi instant memakai kopi jenis Robusta, dengan alasan bahwa Robusta mengandung lebih banyak kafein, yaitu 2,8 % sampai 4 %, sedangkan Arabika hanya mempunyai 1 % sampai 1,7 % kandungan kafein. Harga Robusta pun lebih murah daripada Arabika. Jadi, garis besarnya adalah pemakaian Robusta bisa memenuhi pencapaian kadar kafein yang di inginkan para produsen kopi instant dan harganya pun murah.


Mbak Astrid, minum kopinya dicampur dgn gula atau tidak?
Saya kalo minum kopi tergantung mood saja. Kalo lagi senang manis ya pake gula, kalau lagi bosen ngopi item ya pake susu kental manis, dan kalo lagi bener-bener ingin merasakan nikmatnya aroma kopi ya minum kopi tanpa gula.


Kapan waktu minum kopi yg paling nikmat?
Waktu ngopi yang paling nikmat adalah antara jam 1 siang abis makan siang sampai jam 5 sore. Itu adalah waktu-waktu dimana mata saya sudah tinggal segaris alias ngantuk :)))
Waktu lainnya adalah ketika saya habis makan banyak. Biasanya saya akan langsung nyeruput antara espresso atau kopi tubruk atau kopi hitam tanpa gula. Buat saya, kopi jenis ini cukup enak dan sangat manjur untuk menghilangkan rasa eneg di perut saya.


Kalau kopi pahit tanpa gula, enaknya dimana?
Bagi saya, kopi pahit itu enak sekali karena saya dapat merasakan dan menikmati rasa kopi yang asli tanpa ada embel-embel rasa manisnya gula atau susu atau krimer. Kopi pahit tanpa gula itu nikmat bila menikmatinya pada saat-saat yang tepat.
Kopi pahit tanpa gula biasa saya minum bila melakukan coffee cupping sendiri di rumah. Coffee cupping adalah pengicipan rasa kopi atau membandingkan rasa kopi, yang prosesnya hampir mirip wine tasting.
Kopi pahit lebih enak bila saya minum setelah makan banyak. Seperti yang saya jelaskan di atas, setelah makan banyak yang menimbulkan rasa eneg di perut, maka kopi pahit mampu menyegarkan perut saya.
Kopi pahit tanpa gula juga enak di minum bila saya dalam keadaan ngantuk berat. Jadi selain kafein yang ada di dalam kopi yang mampu membuat kita terjaga dan tidak ngantuk, rasa kopinya yang pahit juga kadangkala bisa membangunkan saya :))))


Cara membuat kopi yang benar yang mana: kopi disiram dengan air panas atau kopi dengan air di rebus?
Dua tekhnik yang anda di sebut diatas semuanya benar. Yang paling umum adalah kopi disiram air panas, tapi bukan yang baru mendidih. Setelah air mendidih, tunggu sekitar dua menit, baru air panas tersebut di tuangkan ke bubuk kopi. Air yang terlalu mendidih bisa membuat kopi, yang sebenarnya sudah di goreng, menjadi gosong.
Sedangkan kopi direbus bersama air adalah salah satu teknik membuat kopi dari Turki. Beberapa kawan saya dari RRC juga memakai teknik yang terakhir ini, tentunya porsi bubuk kopinya tidak sebanyak ketika kita menyeduh kopi dengan teknik yang pertama.


Mbak, kalo kopinya direbus katanya sedap, apa iya?
Soal sedap atau tidaknya kopi yang direbus ini khan tergantung masing-masing lidah yang meminumnya. Biasanya, bau dan aroma dari kopi yang direbus ini bisa tercium kemana-mana. Ini semua karena ketika kopi di rebus, maka kopi dipaksa untuk mengeluarkan seluruh zat yang ada di biji kopinya, termasuk aroma dari kopi itu sendiri. Kalau untuk saya sih nikmat aja ah. Bagi saya, apa pun soal kopi, pasti nikmat :)))))


Katanya dan memang kopi macam Nescafe kurang terasa dan kurang mantap. Kenapa sih sebabnya?
Kopi instant semacam Nescafe itu khan sudah melalui proses mesin yang menghilangkan sifat alami dari kopi, yaitu aromanya yang harum dan cita rasanya yang khas, bahkan berbeda antara satu biji kopi dengan yang lainnya. Jadi memang kalo minum kopi instant, kenikmatan dan keasyikan akan ngopi itu pastilah berkurang. Saya pun jarang sekali minum kopi instant, kecuali kalau kepepet banget tidak ada kopi bubuk atau ngantuk berat tapi males bikin kopi dengan proses yang lama, dan itu pun saya pasti minumnya pake krimer karena saya sama sekali tidak menyukai aroma dan rasa kopi instant.


Kopi luwak ada gak sih?
Saya sendiri sampai hari ini belum pernah merasakan nikmatnya Kopi Luwak dan memang Kopi Luwak sudah tidak ada lagi di pasaran. Mungkin karena populasi Luwak sudah jarang sekali.


Astrid, kenapa orang bilang kopi luwak enak?
Bagi orang-orang jaman dulu yang sempat merasakan Kopi Luwak ini, memang mereka bilang kopi ini enak sekali. Mungkin karena si Luwak sendiri, yaitu binatang sejenis Musang, hanya memakan biji kopi pilihan, yaitu yang sudah benar-benar matang. Nah, buangannya si Luwak inilah yang dikonsumsi oleh para penggemar kopi luwak.


Kopi musang ini sebenarnya secara higienis gimana? Boleh nggak sih dikonsumsi?
Untuk urusan higienis atau tidaknya Kopi Luwak, maaf, saya tidak tahu. Tapi kalo dengar cerita orang-orang jaman dulu yang pernah minum Kopi Luwak ini, mereka baik-baik saja tuh sampai hari ini. Jadi, bolehlah Kopi Luwak ini dikonsusumsi.


Gimana cara seduh kopi yang benar?
Bagaimana cara bikin kopi supaya benar-benar enak waktu diminum?

Untuk urusan bagaimana cara menyeduh kopi yang benar, mari coba resep saya untuk secangkir kopi tubruk yang nikmat.
Ambil satu sendok teh (munjung) bubuk kopi yang sudah di giling halus, lalu seduh dengan air panas yang sudah didiamkan 2 menit setelah mendidih (paling baik bila airnya adalah air mineral) dan di aduk kira-kira lima putaran. Setelah itu baru masukkan gula secukupnya, kira-kira satu sendok teh, lalu diaduk lagi. Tunggu sampai bubuk kopi yang mengambang di permukaan air turun dengan cara meniup-niup air kopinya sambil juga menghirup harumnya aroma kopinya. Setelah bubuk kopinya turun, maka kopi siap di minum hangat-hangat.
Agar benar-benar nikmat waktu di minum, kopi tubruk ini harus diminum dalam jangka waktu sampai 30 menit setelah di hidangkan.
Boleh saja memakai kopi dengan gilingan kasar, tapi tentunya harus di saring dulu. Proses penyaringan dapat dilakukan sebelum kita memasukkan gula.
Standar yang benar ratio gula dan kopi itu berapa untuk ukuran secangkir?
Untuk ukuran secangkir kopi tubruk yang nikmat, biasanya saya menggunakan ratio:
1 sendok makan kopi bubuk : 1 cangkir air panas : 1 sendok teh gula pasir.


Tahu kopi dari East Timor?
Selamat sore, mbak Astrid, pernah coba kopi Timtim?

Saya sudah pernah mencoba kopi dari tanah Papua, bahkan dua kali. Memang enak sekali rasanya. Anda bisa turut merasakan nikmatnya kopi Papua ini bila membaca website pribadi saya.


Mau tanya kopi bagus tidak buat tulang? Thanks.
Apakah benar kopi salah satu penyebab ostheroporosis (pengeroposan tulang)?

Kopi memang tidak baik untuk tulang anda karena kopi bisa membuat tulang anda keropos. Kopi memang “menggerogoti” zat kalsium di tubuh kita sehingga tulang anda kekurangan kalsium.
Saran saya, kalau anda merasa pengopi, maka konsumsilah makanan bergizi, buah-buahan dan terutama susu berkalsium tinggi minimal satu gelas sehari. Saya minum susu juga kok, dua kali sehari lho.


Kalau Kopi Lampung termasuk kopi apa?
Setahu saya, sebagian besar Kopi Lampung termasuk jenis kopi Robusta. Sebagian kecil lainnya adalah kopi Arabika atau malah campuran dari keduanya (Robusta dan Arabika) yang biasa kita sebut special blend.


Jenis kopi apa aja yang enak?
Setahu saya, kopi yang berasal dari Indonesia semuanya enak rasanya. Saya sudah mencoba beberapa, seperti:
- Kopi Lampung
- Kopi Manado (dari daerah Mobagu)
- Kopi Jambi (cap AAA)
- Kopi Sumatra Lintong
- Kopi Toraja Kalossi
- Kopi Flores
- Kopi Sidikalang (cap Naga Sanghie)
- Kopi Papua (Amungme Gold)
- Kopi Jawa (Java Jampit)

Semuanya enak dan alami, terutama bila diminum dengan cara kopi tubruk. Tentunya kategori enak tersebut harus disesuaikan dengan karakter dari kopi tersebut, baik Arabika maupun Robusta.


Saya adalah penggemar berat kopi. Sayangnya, sudah 3 tahun ini saya harus stop kopi dan terbukti maag saya membaik. Jadi, bagaimana supaya efek buruk kopi terhadap maag bisa dihindari?
Untuk yang mempunyai sakit maag, saya sih tidak menganjurkan untuk minum kopi. Kopi itu bisa merangsang lambung kita untuk mengeluarkan asam yang tentunya sangat berbahaya bagi penderita penyakit maag.
Tapi, kalau masih pengen ngopi, mari saya kasi tau rahasianya:

- Pertama, pilihlah selalu kopi tanpa kafein alias kopi decaffeinated, atau kopi dari jenis Arabika yang walaupun rasanya asam, tapi tidak membahayakan lambung anda karena kadar kafeinnya yang lebih rendah dari kopi Robusta.
- Buat penggemar espresso, setelah menenggak habis si espresso, segeralah minum segelas air putih.
- Buat yang senang kopi tubruk, sering-seringlah minum air putih diantara nyeruput kopi tubruknya untuk menetralisir kopi di lambung anda.
- Terakhir, selalu ingat untuk makan teratur dan selingi acara ngopi anda dengan kue-kue kecil yang terutama terbuat dari mentega atau susu, semacam biscuit. Ini untuk sedikit mengimbangi produksi asam di lambung anda.


Di Banda Aceh ada warung kopi, rasanya kopi banget padahal bikinnya espresso, tetapi kalau bukan jago ngopi bisa kleyengan. Saya pertama kali minum kleyengan, kira-kira kopi apa ya?
Kalau dari cerita anda diatas, kelihatannya anda mengkonsumsi Kopi Gayo. Selamat ya, itu adalah salah satu jenis kopi terbaik dari Aceh.


Mbak Astrid, bagaimana cara menyimpan kopi yang baik untuk waktu yang lama supaya tidak kehilangan aroma?
Apa cara simpan kopi ada pengaruh dengan rasanya?
Mbak Astrid, kalau kopi disimpan terlalu lama, rasanya berubah tidak?

Ada dua cara menyimpan kopi yang baik sebagai berikut:

- Bila anda membeli kopi yang masih dalam bentuk biji, maka gilinglah biji secukupnya untuk konsumsi seminggu. Kwalitas kopi gilingan akan menurun dalam waktu satu atau dua minggu. Dua-duanya, baik kopi yang sudah digiling maupun yang belum digiling harus dimasukkan toples yang tidak bening dan tertutup rapat, kalau perlu bagian dalam dari tutup atasnya dilapisi dengan aluminium foil supaya udara tidak bisa masuk.
- Bila anda membeli kopi bungkusan yang biasa terdapat di supermarket atau pasar, segeralah simpan kopi anda setelah di buka bungkusnya di dalam tempat yang tidak tembus pandang dan tertutup rapat.

Memang, musuh kopi itu ada dua, yaitu udara dan cahaya.
Bila cara anda menyimpan kopi salah, maka aroma kopi akan hilang dan kopi akan lembab yang menyebabkan kopi bau apek dan berjamur serta tidak layak di minum.
Jangan lupa, jangan menyimpan kopi terlalu lama. Kalau kita tidak terlalu ahli dalam menyimpan kopi, maka kopi yang sudah lama akan terasa tidak enak.
Kalau saja ternyata kopi anda tiba-tiba terasa lembab, segera masukkan bubuk kopinya ke dalam lemari es yang bukan di bagian freezer dengan tutup setengah terbuka, lalu biarkan semalaman. Proses ini akan sedikit membantu bubuk kopi kembali kering.


Di Jakarta, kalau mau beli bubuk kopi / kopi giling yang enak dimana ya?

Ini semua tergantung dimana anda mau beli bubuk kopinya. Kalau mau beli di pasar tradisional, maka saya sarankan untuk beli bubuk kopi di Pasar Cikini dan di daerah Kota. Kalau tidak salah, di dua tempat itu ada toko khusus menjual bubuk kopi saja.
Kalau mau beli di level kafe, mungkin anda bisa coba beli bubuk kopi di:

- Caswell’s di Jl. Kemang Utara, Jakarta
- Warung Kopi Phoenam di Jl. Wahid Hasyim, Jakarta
- Bakoel Koffie yang ada di Kemang, Jl. Barito dan Jl. Cikini Raya, Jakarta

Kalau mau lewat sedikit ke Bandung, di situ anda bisa pergi ke Toko Kopi “Aroma” di Jl. Banceuy. Toko kopi ini menjual berbagai macam bubuk kopi.


Saya fans berat kopi, tapi saya darah rendah jadi tidak bisa lebih dari 2 cup/day. Ada saran? Maunya bisa 6 cups seperti Astrid.
Jantung saya suka berdebar-debar kalo minum kopi, padahal saya suka sekali. Apa ada trik khusus?

Kalau mau, campurkan sedikit krimer, tapi sebaiknya susu, ke dalam kopi anda. Jangan lupa, sering-seringlah minum air putih dan makan biskuit diantara waktu ngopi, ini baik untuk mengimbangi kadar kafein di tubuh kita.


Mbak, kopi bisa bikin sakit maag, jantung sama migrain? Bener nggak?

Fakta diatas sepertinya tidak sepenuhnya benar. Kopi memang tidak baik bagi penderita penyakit maag dan jantung, Tapi, setahu saya, kafein malah di pakai untuk pelengkap obat sakit kepala. Coba anda lihat sekali-kali komposisi dari obat sakit kepala, pasti salah satu produk ada yang melengkapi obatnya dengan zat kafein.


Kenapa kalau di luar negeri cangkir kopi kecil-kecil, kalau disini kadang-kadang malah pakai gelas?
Ini mungkin hanya soal tradisi saja. Kalau di luar negeri itu khan orang lebih terbiasa minum kopi espresso, jadi cangkirnya cenderung mini ukurannya. Sedangkan kita, rakyat Indonesia, lebih familiar dengan kopi tubruk yang diminum pakai gelas besar, dengan air panas yang mengepul-ngepul dan rasanya manis.


Pernah coba kopi jahe? Apa komentar kamu?
Saya sering kok minum kopi jahe. Selain sebagai variasi dalam minum kopi, memang kopi jahe ini bisa membuat saya agak lebih berenergi sekaligus menghangatkan tubuh saya.


Saya dalam satu minggu sering minum minuman beraroma kopi seperti Coffee Mix. Apakah ada pengaruh untuk kesehatan?
Hal diatas sama sekali tidak ada pengaruh buruknya bagi kesehatan.


Apakah kopi yang dijual bebas seperti kopi instant 3 in 1 dalam sachet itu mengandung kafein banyak apa tidak? Soalnya hampir setiap hari meminumnya.
Kalau kopi 3 in 1 semacam itu, saya rasa kadar kafeinnya sudah berkurang. Di dalam 3 in 1 itu khan sudah ada susu yang bisa mengurangi sedikit kadar kafein.


Jenis kopi apa yang bagus untuk cappuccino?
Jenis kopi yang baik untuk cappuccino adalah Arabika, yang dibuat secara espresso, yaitu pembuatan kopi melalui mesin kopi dengan cara biji kopi “ditekan” dari atas oleh uap air. Nanti kalau espressonya sudah jadi, tinggal di campur dengan susu panas dan busa susu dengan ratio sepertiga untuk setiap bagiannya. Jadilah cappuccino yang enak sekali.


Cappuccino itu asli gak? Apa very strong?
Cappucino itu khan campuran antara sepertiga kopi espresso, sepertiga susu cair dan sepertiga busa susu. Karena ada susunya ya tentunya kafeinnya tidak sebanyak yang ada di kopi tubruk atau espresso itu sendiri.


Mau tanya, kalau sering minum kopi bisa bikin gigi jadi hitam nggak?
Wah, kalau yang ini justru saya lagi bingung juga. Kata orang-orang sih kalau kita sering minum kopi maka gigi kita bisa menghitam. Tapi gigi saya tidak menghitam tuh dan baik-baik saja. Mungkin kita harus rajin-rajin gosok gigi kali ya.


Ada tidak negara yang punya ritual minum kopi seperti jepang dengan tradisi minum tehnya?
Saya rasa ada kok tradisi minum kopi, kalau tidak salah tradisi itu terdapat di Afrika dan Italia. Tapi saya juga bingung kok tidak setenar tradisi minum teh ya.


Apa sudah pernah minum kopi yang tak hitam?
Saya pernah coba yang namanya “White Coffee” dari salah satu negara tetangga kita. Setelah saya coba, ternyata itu cuma kopi instant plus susu plus gula. Ya sama aja dong dengan kopi 3 in 1.


Apa betul kopi bisa mengimbangi nikotin bagi perokok?
Ah, itu khan hanya bisa-bisanya para perokok atau peminum kopi saja. Memang sih, kata orang ngerokok sambil ngopi itu nikmat. Tapi sampai hari ini belum ada penelitian tuh kalo ngerokok sambil ngopi maka kadar nikotinnya bisa berkurang.


Bagaimana dengan kopi Kapal Api dan merek lain yang sudah digiling lebih dari 2 minggu, apa mereka pakai pengawet?
Saya rasa tidak ada pengawet di dalam kopi-kopi tersebut. Kalau kopi-kopi seperti itu yang banyak dijual di supermarket, para produsennya biasanya menjaga mutu dan kwalitas kopinya dengan membungkusnya dengan bungkus dari aluminium foil dan kedap udara. Sayangnya, kelihatannya hanya kopi produksi luar negeri yang sudah menerapkan sistem ini sehingga kwalitas kopi mereka tetap terjaga walau sudah melampaui masa “kritis” setelah penggilingan kopi yaitu 2 minggu.


Mbak, kalau saya mau minum kopi yang seusia saya umur 43, bagusnya minum kopi apa ya?
Aduh, yang namanya minum kopi sih tidak ada batas umurnya. Tapi kalau untuk orang-orang yang sudah berumur seperti anda dan untuk menjaga agar anda tidak mengalami hal-hal yang tidak enak, maka saya sarankan minum kopi tubruk dengan takaran ringan atau kopi susu yang sangat tidak membahayakan tulang anda.


Bagaimana mencari java coffee di sini karena teman saya dari Amerika minta di oleh-olehin kopi itu.
Java Coffee bisa kok di beli di:

- Caswell’s di Jl. Kemang Utara, Jakarta
- Toko Kopi Aroma di Jl. Banceuy, Bandung
- Beberapa pasar tradisional di Jakarta, seperti Pasar Cikini.


Jika saja di kemacetan jalan Jakarta sore ini ada tukang kopi yang melayani dan direkomendasikan Astrid.
Kalau lagi terkena macet, maka anda mesti mencari tempat ngopi yang dekat dengan tempat asal anda atau searah dengan tempat tujuan anda dong. Saya sering melewatkan waktu macetnya Jakarta sambil ngopi di

- Caswell’s di Jl. Kemang Utara, Jakarta
- Cup & Cinno di Plaza Semanggi, Jakarta
- Bakoel Koffie di Cikini atau Jl. Barito, Jakarta
- Warung Kopi Phoenam di Jl. Wahid Hasyim, Jakarta

Ada juga sih tempat ngopi di beberapa mall dan plaza di Jakarta. Tapi biasanya kopi mereka gak “nendang” tuh di mulut saya.


Ada merek kopi tertentu di market yang mengandung chemical tertentu (tercantum pada kemasan phenylalanine) yang dapat juga menyebabkan pusing secara individual. Mungkin chemical itu berasal dari flavor kopinya?
Kopi sama sekali tidak mengandung zat phenylalanine. Kopi hanya mengandung zat kafein yang menstimulasi tubuh kita untuk tidak ngantuk. Soal zat phenylalanine, itu pasti zat tambahan yang ditambah oleh si produsen kopi. Zat phenylalanine sendiri sudah di larang oleh badan kesehatan di Amerika karena memberikan dampak buruk bagi kesehatan, termasuk sakit kepala yang anda alami itu.


Untuk penderita diabetes, apakah boleh minum kopi?
Boleh-boleh aja dong. Ngopi tidak membahayakan bagi penderita diabetes. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah takaran gula di dalam kopinya sendiri.


Kalau kopi Illy enak nggak utk espresso?
Kopi Illy termasuk yang terbaik untuk espresso. Banyak tempat yang memakai Illy sebagai kopi standar mereka.


Bagaimana dengan kwalitas kopi Ginseng CNI?
Kopi ini juga enak kok. Tapi ya bentuknya tidak beda jauh khan dengan kopi 3 in 1 dan bau kopinya kayaknya sudah tereliminasi oleh kuatnya bau ginseng.


Kopi instant seperti Nescafe dibanding kopi giling dari biji, mana yg lebih besar / berat kadar kafeinnya?
Kopi instant seperti Nescafe itu khan ekstrak dari biji kopi. Tentunya kopi Nescafe lebih tinggi kadar kafeinnya daripada kopi tubruk yang terbuat dari bubuk kopi biasa.


Suamiku minum kopi bisa 6 gelas per harinya. Katanya kalau nggak minum kopi susah ke “belakang”. Benar tidak?
Kenapa kalau saya minum kopi, perut saya mules?
Saya kalau minum kopi walaupun secangkir kecil perut terasa mual. Ada apakah gerangan padahal pingin banget minum tapi enjoy gitu.

Kopi memang mampu mempercepat proses pencernaan kita dan mempercepat proses pergerakan otot perut kita. Sehingga apa yang dialami diatas memang normal adanya.


Mana yang lebih baik dan enak, kopi yang sudah dikemas atau kopi yg baru di giling tapi tidak di kemas?
Yang paling baik tentunya kopi yang baru di giling. Saya pikir tidak apa-apa bila kopi gilingan tersebut tidak di kemas untuk beberapa jam. Tapi kalau bisa, setelah sampai di rumah, kopi gilingannya langsung di simpan di tempat tidak tembus pandang dan tertutup rapat.


Kalau Kahlua itu apa ada hubungannya dengan kopi?
Tentu saja ada. Kahlua itu semacam minuman beralkohol yang ada kandungan kopinya. Kahlua adalah campuran dari ekstrak kopi arabika yang di campur dengan gula tebu, beberapa jenis tumbuhan dan vanili. Kahlua ini berasal dari Mexico.


Saya kalau habis minum kopi, kenapa badan jadi gemetar dan jantung berdebar?
Kopi memang mampu merangsang jantung anda untuk beraktifitas lebih giat.


Kopi tubruk itu kopi apa sih? Apa semua kopi bisa jadi kopi tubruk?

Kopi tubruk itu adalah kopi yang diseduh dengan air mendidih dan kopinya tidak disaring selama proses meminumnya. Biasanya kopi ini dicampur gula. Semua kopi bisa saja di seduh sebagai kopi tubruk, tapi yang paling baik adalah kopi yang digiling halus sekali.


Bagaimana dengan kopi plus gingseng atau kopi Tongkat Ali dari Malaysia? Katanya bisa ganti viagra alias bisa tingkatkan vitalitas bercinta?
Kalo kopi ginseng sih memang bisa meningkatkan stamina. Kopi sendiri sudah mampu merangsang tubuh untuk selalu waspada, apalagi ditambah ginseng yang memang baik untuk vitalitas tubuh. Kalau untuk soal kopi Tongkat Ali, wah, maaf, saya belum pernah coba tuh :)))))


Apa sih perbedaan dan keunggulan kopi Arabica dibandingkan kopi Robusta?
Perbedaan Robusta dengan Arabika adalah bijinya Robusta berbentuk bulat dan bergaris tengah lurus, sedangkan biji Arabika berbentuk lonjong dan bergaris tengah bergelombang. Pohon dari Robusta sendiri tingginya mencapai 10 meter dan tumbuh di areal yang terletak kira-kira 80 meter diatas permukaan laut, sedangkan pohon dari Arabika tingginya hanya mencapai kira-kira 6 meter dan tumbuh di areal yang berada 1200 meter diatas permukaan laut. Harga Arabika pun lebih mahal dibandingkan dengan Robusta. Soal kafein, Robusta memiliki 2,8 % sampai 4 % kandungan kafein, sedangkan Arabika hanya mempunyai 1 % sampai 1,7 % kandungan kafein. Karena kadar kafeinnya Arabika lebih sedikit, maka keunggulan Arabika adalah tidak membahayakan perut anda walaupun rasanya agak asem di mulut.


Kalau ice coffe, apakah mempengaruhi kualitas dari kopinya itu sendiri?
Kalau ice coffee sih sama aja dengan kita minum kopi biasa. Tapi es nya itu yang bisa bikin rasa kopi berkurang dan kurang mantep di mulut. Karena menurut saya, kopi itu lebih asyik kalo diminum panas-panas.


Setiap siang, saya minum Ice Nescafe. Tidur tidak terganggu. Apakah ini lebih baik dari kopi asli + es + krimer?
Soal ini khan semuanya tergantung bagaimana tubuh anda merespon apa yang anda minum. Kelihatannya anda cocok sekali ya dengan Ice Nescafe. Memang Ice Nescafe takarannya pas ala pabrik. Jadi semua sudah melalui proses penelitian panjang sehingga rasa dan akibatnya bisa diterima oleh semua orang. Tapi kalau menurut saya sih lebih baik saya bikin kopi asli yang dicampur krimer atau susu, gula dan es. Jadi saya bisa atur mau bagaimana, apakah susu atau gulanya lebih banyak, atau malah kopinya yang saya bikin agak pekat.


Apakah berbahaya anak 9 tahun maniak kopi?
Saya rasa kopi tidak berbahaya untuk segala usia. Tapi bila ada efek samping yang membahayakan, seharusnya konsumsi kopi di kurangi atau di berhentikan sama sekali.

----------

Cukup sekian dulu jawaban saya. Sampai ketemu di waktu-waktu yang akan datang.

Salam ngopi,
Astrid Amalia

28 February 2005

Amungme Gold Arabica Coffee - Papua

Dear all,

Saya kaget sekali ketika beberapa hari yang lalu tiba-tiba saya mendapatkan sms dari teman saya yang menawarkan kopi dari Papua. Tentu saja kabar baik ini tidak saya lewatkan begitu saja, apalagi gratis gitu lho. Dasar maruk!

Akhirnya, atas jasa baik dari teman yang lain, maka akhirnya kopi yang dijanjikan itu sampai juga ke tangan saya. Kopi yang diserahkan berupa satu bungkus kopi yang berjudul “Amungme Gold Arabica Coffee” dalam bentuk gilingan setengah halus, yang ternyata berasal dari Gunung Nemangkawi di dataran Papua, dan setoples kopi tanpa nama yang masih dalam bentuk gilingan kasar yang asalnya dari Papua juga. Wow!

Masih dengan nuansa terkagum-kagum, saya lalu tak sabar untuk icip-icip dua jenis kopi ini. Beberapa saat setelah diterima, 2 jenis kopi ini langsung saya apresiasikan secara instant.

Sebelum diseduh, soal tingkat kegosongan, baik kopi Amungme Gold maupun kopi tanpa nama (karena tidak ada bungkusnya, mari kita namakan seperti ini saja ya) tingkat kegosongannya menengah karena warnanya coklat tanah. Nampaknya metoda “penggorengan” yang dipakai untuk kedua jenis kopi ini sama, yaitu medium roasting.

Ketika dikunyah, biji kopi Amungme Gold terasa lebih asam daripada biji kopi tanpa nama. Bau biji kopi Amungme Gold pun lebih kuat dan agak berbau seperti coklat atau moka, sedangkan biji kopi tanpa nama baunya biasa dan hampir tidak meninggalkan kesan mendalam.

Setelah diseduh, aroma kopi Amungme Gold lebih kuat dengan sesekali ada bau jeruk diantara aroma yang menyeruak, sedangkan aroma kopi tanpa nama sangat lembut dan mungkin lebih bernuansa kacang-kacangan. Sifat dan warna air seduhan kedua kopi ini ternyata sama, yaitu “light” dan coklat kekuning-kuningan.

Ketika di icip, rasa seduhan kopi Amungme Gold lebih asam daripada kopi tanpa nama yang terasa datar saja. Ini memang karena Amungme Gold adalah kopi dari jenis arabika yang dikenal mempunyai ciri khas yang asam. Untuk soal kopi tanpa nama, saya kok curiga kopi yang satu ini datang dari keluarga yang lainnya yaitu robusta karena citarasanya yang datar dan cenderung “bold”.

Untuk soal “body”, kedua jenis kopi ini mempunyai struktur yang “nice” di mulut saya, yaitu sedang dan tidak terlalu kental, sehingga kedua jenis kopi ini pun tidak meninggalkan “aftertaste” yang terlalu lama. Jadi, setelah air kopinya selesai saya teguk, rasanya pun langsung hilang ke tenggorokan.

Overall, bagi saya, kedua jenis kopi ini memang recommended sekali dijadikan salah satu koleksi bagi para pecinta kopi. Kualitasnya pun tidak kalah dengan salah satu merk ternama yg berinisial SB. Saran saya ketika meminum kedua jenis kopi ini, jangan dicampur dengan susu karena akan menghilangkan akan citarasa kopi ini yang sebenarnya. Apalagi karena sifat kopi ini yang medium dan light, memang kopi ini cocok diminum secara tunggal saja, baik tanpa atau dengan gula.

Yang cukup membuat saya surprise, bungkusnya kopi Amungme Gold ini yang sangat menarik sekali. Setelah saya perhatikan, bungkusnya itu ternyata di buat di Australia. Paling tidak, produk dalam negri ini kalau di kemas secara menarik dan tentunya dengan pemasaran yang baik pula, pasti akan menarik perhatian dan mungkin laku keras di pasaran. Sayang, saya dengar, produk kopi ini pemasarannya agak macet. Sayang ya, padahal kopinya ini enak banget.

Salam ngopi,
Astrid


02 September 2004

THE HERITAGE OF COFFEE MAKING IN INDONESIA

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman sangat beruntung sekali mendapat pencerahan mengenai kopi dari Mbak Syenny, salah satu pemilik dari Bakoel Koffie. (Sebetulnya wanita yang satu ini harusnya dipanggil Ibu. Emang udah emak-emak sih. Tapi karena beliau ini gaya dan gaul abis, maka saya lebih enakan manggil dia Mbak. Duh, penting gak seh?)

Di bawah ini saya copy-in dan jiplak-in makalah “pencerahan” beliau tentang kopi. Lumayan khan, itung-itung nambah lagi pengetahuan anda tentang urusan perkopian ini. BTW, maaf, ”pencerahan” nya masih memakai bahasa asli dari makalahnya, yaitu bahasa inggris. Abis, males bener deh hari gini menterjemahkannya makalah. Emang nya gak ada kerjaan lain ye???

Sebelumnya, terima kasih banyak saya ucapkan kepada Mbak Syenny yang telah memberikan izin bagi saya untuk menyebarluaskan makalah beliau, baik melalui blog pribadi saya maupun beberapa milis yang ada.

Silahkan menikmati!!!
---------------------
THE HERITAGE OF COFFEE MAKING IN INDONESIA
From Beans to Cup


(Taken from a presentation by Syenny C Widjaja – owner of Bakoel Koffie)

COFFEE HISTORY

1699: Arabica Coffee was first planted by the Dutch in Indonesia (Batavia: Bidara Cina, Jatinegara, Palmerah, and Kampung Melayu)

1707: VOC established coffee plantation in Priangan and Cirebon (Central Java)

1711: First Arabica beans from Java was exported to Amsterdam

1750: First Arabica seed was planted in Sulawesi (Tana Toraja)

1800: VOC required farmers to plant coffee and sold at predetermined price (verplichte Levering Stelsel)

1833: Spread to Bengkulu

1841: Spread to West Sumatra

1870: Giving the right to private plantation to use the land for 75 years, Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet). Coffee plantation flourished in East Java.

1880: Spread to Aceh, North Sumatera – Tapaktuan, Takengon, Danau Laut Tawar

1880-1884: Indonesia coffee reached the highest production level at 95,000 tones / year

1876: Leaf Rust Disease killing all Arabica Coffee plants except those at and above 1000 meter elevation from sea level

1878: The first local roaster established “Tek Sun Ho” coffee store in West Jakarta. Kopi Luwak was one of its specialty coffee offered to its customers up till 1950’s.

1900: First Robusta Coffee was planted in Indonesia (seed from Congo, Africa)

1927: Go Soe Loet’s coffee plantation in West Java. Later it expanded to produce coffee brand “Kapal Api” local market leader.

1930: “Aroma” coffee store was established in Bandung

1935: “Kopi Bali” established in Bali

1991: Go Soe Loet opened “Excelso” café and launched coffee brand “Excelso”

2001: The fourth generation of Tek Sun Ho revitalizing the heritage of coffee making under the name of “Bakoel Koffie”.

STATISTIC IN INDONESIA
(Source: BPS)

Planted area:
1. Large estate: 63 kHa
2. Small holder: 1055 kHa

Production:

1. Large estate: 30 k tones
2. Small holder: 466 k tones

Consumption:

1. Export: 346 k tones = 71%
2. Domestic: 144 tones = 29%

Conclusion:

1. Coffee production is dominated by small holder plantations
2. Coffee in Indonesia is an export commodity
3. With 210 million population, Indonesia has 0.7kg/person/year coffee consumption

FACTS

Indonesia rank number four as coffee producing country from 1999 to 2002 after Brazil, Vietnam and Colombia; and before Mexico. (Source: www.commodities-now.com)

Harvesting period in different part of the region in Indonesia:

1. Java: from June to October
2. Sulawesi: from May to November
3. Timor: from June to September

COFFEE CHAINS OF CUSTODY

1. From large estate to export
2. From coffee farmers to coffee traders to export or to local roasters. Local roasters are divided into: specialty coffee (Bakoel Koffie – Jakarta, Aroma – Bandung, Excelso – National, Brotoseno – Kediri, and Eva – Central Java); and mass markets (Kapal Api, Ayam Merak, Bali Dancer, Singa – Surabaya, Kopi Luwak – Semarang, Kopi Tugu – Semarang, Naga Sanghie – Medan, and Kupu-kupu – Bali).

Note:

1. Most coffee farmers never taste their own beans
2. Specialty coffee market is underdeveloped

BUYING POLICY
1. Coffee is an agricultural product, thus circumstances at individual farms and within origin region change every crop year, producing different result from one harvest to the next
2. Roaster needs to adjust and readjust to maintain consistency of taste
3. Thus, green bean buying is based on tasting and cupping, rather than from a specific estate….

CUPPING AND TASTING

Factors influencing great cup of coffee:

1. Green beans
2. Roast degree
3. Freshness

Procedure:

1. Using a small spoon, slurp the coffee loudly to aerate the coffee (releasing more aroma)
2. Taste each coffee twice, at higher temperature (for the body and viscosity) and at lower temperature (for aroma, acidity and flavor)

BASIC REGIONAL CHARACTER

Java

1. Region: Central Java, East Java
2. Process: Wet
3. Aroma/Taste: Spicy, nutty, mocha, bitter sweet
4. Body: Full body
5. Acidity: Moderate

Sumatra

1. Region: Mandheling, Sidikalang, Gayo
2. Process: Dry
3. Aroma/Taste: Woodsy, earthy, smooth, chocolaty
4. Body: Full body
5. Acidity: Moderate

Sulawesi

1. Region: Toraja
2. Process: Dry
3. Aroma/Taste: Caramel, buttery, syrupy, sweet
4. Body: Full body
5. Acidity: Moderate

ROASTING

Method: Rotating drum

Period: 8 – 15 minutes

Bean transformation:

1. Change in color (darker)
2. Loss in weight between 15% to 20% (water evaporation)
3. Increase in volume between 30% to 60% (CO2 formation)
4. Loss in humidity

Temperature:

1. 50 deg C: Changes in inner tissue
2. 60 – 70 deg C: Evaporation begins
3. 100 deg C: Changes in color begin
4. 150 – 180 deg C: “Light roast” stage begins
5. 200 – 230 deg C: Optimal roasting

Control roasting:

1. Temperature in the roaster
2. Color of roasted beans

BLENDING

Single origin: 80% The beans come from one particular region

Blending: 20% A combination of coffees, blended together based on their complementary character to produce an end result that is smooth and unified. Minimizing some characteristic and highlight others to create a unique overall balance:

1. Pre-roasting: Blending prior to roasting, suitable only when the coffees to be blended are compatible in density and behavior during roasting
2. Post-roasting: Blending after roasting. It is more labor intensive and time consuming, thus more expensive. However, it is essential to good blending, especially when coffees behavior in the roaster is radically different (i.e. Delicate, tricky to roast dry processed)

Some roasters do blending in order to produce low cost coffee beans.

MAKING GOOD COFFEE

1. Freshness: Start with freshly roasted coffee beans, freshly ground
2. Grind: Use the right grind of coffee for your coffeemaker
3. Proportion: Use the right proportion of coffee to water
4. Water: Use fresh, cold water, just off the boil

18 August 2004

ARUNG JERAM - ARUS LIAR - CITARIK

Akhirnya, keinginan untuk ber-arung jeram tercapai juga nih beberapa waktu lalu. Sudah ditetapkan bahwa rombongan memakai jasa:

Arus Liar “Citarik One Stop Adventure”
Cikidang
Sukabumi
Jawa Barat
Website: www.arusliar.co.id

Hari Pertama

Kita berangkat dari Jakarta abis makan siang. Rute-rute yang kami lalui adalah tol Jagorawi, tol Ciawi, ambil jalan ke sukabumi. Nanti ngelewatin Aryaduta Lido dan pabrik Aqua di Cicurug, Pasar Parung Kuda, pom bensin Parung Kuda, Resto Bambu Kuring, trus nyampe deh di Citarik One Stop Adventure.

Total perjalanan sih 3 jam an. Asli, lamanya tuh di Pasar Parung Kuda. Buset dah, macet nya itu yang gak nahanin, jalan nya cuma sesenti-sesenti. Yang namanya pasar mah dimana-mana pake macet yeee.

Abis markirin bus, rombongan ternyata disiksa dulu. Untuk mencapai "Pondok Nusa" tempat rombongan menginap, kita harus berjalan menyusuri pinggir sungai yang terjal itu. Keywordnya gak jauh dari nanjak, turun, terpeleset, dll. Duh, piknik kok pake susah ye. Udah gitu, di depan tempat penginapan, penyiksaan belum berakhir, karena ada jembatan goyang. Iya, ini jembatan diatas sungai yang terbuat dari jalinan tali dan papan. Jadi, kita mesti jalan pas ditengah, kalo jalannya di kiri atau di kanan pasti jembatannya langsung miring. Apalagi kalo jalannya goyang-goyang, yang belakang pasti bisa ikut merasakan goyangannya dan pasti pada teriak-teriak ketakutan. Uji nyali betoel nih!!!
Jadi, kalo dipikir-pikir, Pondok Nusa ini adanya di pulau di tengah-tengah sungai…hii....terpencil gitu ya, serem ah!!

Ketika kita sampai di areal "Pondok Nusa", rombongan ngumpul dulu di tengah lapangan untuk di kasi pengarahan siapa tidur sama siapa (dee...kayak mau maen pilem b****p aje ye...hehehehehehe). Rupanya kami semua tidur di gubuk modern. Kok? Lah iya, luarnya gubuk bambu tinggi diatas tanah, pake manjat tangga segala, tapi dalemnya tetep pake kasur tipis, bantal en selimut.

Menjelang sore, baru ketahuan kalo tempat ini gak ada listriknya. Penerangannya cuma pake lampu teplok. Uh, serem lagi nih.

Waktu mau mau mandi, pas ke kamar mandinya yang terbuat dari gubuk itu, di dalem yang ada cuma kendi gede berisi air dan ciduk yang terbuat dari tempurung kelapa. Buset dah, jadoel betoel nih. Mana agak gelap lagi, cuma ditemenin sama lampu teplok. Duhh....takut!!!!

Abis mandi, kita mulai dengan permainan bawa air di gelas. Caranya, empat orang ngegendong satu orang yang lagi bawa segelas air yang gak boleh tumpah dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang airnya terbanyak itu yang menang. Pelajaran yang diambil di sini adalah koordinasi tim dalam menentukan siapa yang gendong dan digendong dan trik cara ngebawa gelas berisi air itu. Tim gue menang, gue bawa airnya pake cara nutup bagian atas gelas pake telapak tangan.

Permainan kedua adalah kita disuruh bikin menara paling tinggi yang bisa bebas berdiri dari bahan kertas, klip, tali, dan sedotan. Pelajaran dari permainan ini adalah di dalam setiap kasus, harus dicari kata kunci dari permasalahannya, baru di kerjakan bareng-bareng. Tim gue sekali lagi dianggep paling OK, walaupun tidak menang, karena ngebangun fondasi yang kuat sebelum membangun menara kertas yang tinggi yang bebas berdiri. Lho kok fondasi yang kuat? Lha, khan judul free standing tallest tower, ya mesti ada fondasi yang kuat dong.

Abis itu kita lanjut ke acara dinner. Masakannya dibikin oleh para petugas dapur dari Pondok Nusa ini. Lauknya terdiri dari 2 ikan bakar plus kecap cabe nya (ikannya gede-gede dan endang bambang deh), cumi goreng tepung plus saus sambelnya, nasi (gak gue makan...lagi diet!!!), ayam goreng, tumis kangkung (alamak….yang ini sedap betoel!!!), dan buah semangka.

Setelah makan malam, kami masih main-main lagi dengan membangun jembatan terpanjang dan bisa bebas berdiri. Bahan-bahannya ya tetep pake bahan yang sebelumnya di pake. Bener-bener deh, malam itu kami semua kayak mandor dan buruh bangunan. Kerjaan ngebangun melulu.

Permainan terakhir malam itu adalah mencari pistol air yang disembunyikan di salah satu pohon di Pondok Nusa ini. Karena semua gagal menemukan pistol airnya, maka sebagai hukum semua peserta tidak boleh nolak untul ditembak dengan pistol air. Yah, seperti biasa, semua pada lari dan yang perempuan, termasuk saya, berteriak-teriak histeris gak karuan. Yah, takut air nih yeee......

Ketika permainan selesai, kami mulai menghabiskan malam dengan nyanyi-nyanyi. Sambil bernyanyi-nyanyi, kami pun di suguhi snack tengah malam yang dibuat oleh para ibu, mbak dan mas yang bekerja di Pondok Nusa ini. Snacknya ini sangat merusak diet saya. Lho? Gimana gak rusak, kalo menu snacknya itu Kambing Guling bumbu kacang, Pisang Goreng, Bakwan, Bandrek pake jahe item (spesial nih), Lontong, dan Jagung Bakar. Wuah....kenyang oii.... Apalagi kambingnya memang di bakar dan di guling-guling di depan kita karena ada api unggun di tengah-tengah lapangan. Duh.....benar-benar asik nih.
Pada saat yang sama pun kami mencoba beberapa wine dan Arak Bali yang di beli di salah satu supermarket Jepang di Jakarta. Auww....araknya rasanya pahit dan keras sekali...sehingga saya harus menjinakkan rasanya dengan campuran Sprite, Lemon dan es batu. Nah, baru deh minuman nya "drinkable" di mulut saya.

Saya pun akhirnya ngantuk, ngantuknya karena waktunya memang sudah larut dan mungkin juga karena terlalu banyak icip-icip wine dan arak. Icip-icip kok sampe bergelas-gelas ya....heheheheheee......
Karena mata saya sudah redup-redup kayak lampu 2 watt, maka saya pun tertidur di sebidang tempat yang terdapat di depan pintu gubuk. Yah, tidur di luar gubuk dong. Tapi saya menikmati betul tidur hampir di bawah langit ini. Ternyata udara malam di Citarik ini sangat bersahabat sekali dengan kulit saya, tidak terlalu panas dan terlalu dingin, sedeng aja. Kuping saya pun ditemani oleh suara air sungai yang bergemiricik dan suara jangkrik yang saling bersaut-sautan. Paduan suara alam yang satu ini ternyata lebih indah dari musik klasik pengantar tidur. Hmmm....pantas saja saya terlelap tidur sampe keesokan hari nya.

Hari Kedua

Kami memulai hari ini dengan sarapan Nasi Goreng, Ayam Goreng, Daging Kambing masak kecap (ini mah sisa daging kambing semalemnya yg dimodifikasi pake kecap...enak juga euuyyy), Karedok, Tahu, Tempe, Ikan Asin, Nasi, Semangka (duhh....lagi-lagi semangka).......

Setelah sarapan, maka di mulailah petualangan yang sebenarnya. Rafting!!!!

Dari Pondok Nusa ini, kami harus berjalan sebentar untuk keluar dari areal pondok dan pergi ke meeting point nya Arus Liar untuk mengambil peralatan untuk arung jeram, seperti helm, pelampung dan dayung. Setelah mengambil peralatan, kami diantar ke titik sungai tempat dimulainya arung jeram ini dengan mengendarai truk. Ya ampun, jauh-jauh dari Jakarta kok dikasinya truk sih...... Perjalanan ke titik sungai ini agak-agak menyeramkan, agak-agak kena ranting dan dahan serta jalannya itu lho yang agak curam. Tapi kelihatannya supir truk nya udah pengalaman tuh. Supirnya tuh tenang aja agak ngebut di jalanan yang terjal itu. Hiii.....

Ketika sampai di titik sungainya, waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi. Kami mulai diatur oleh instruktur untuk masuk ke perahu karetnya. Pada waktu itu, setiap perahu berisi 3 sampe 4 orang. Setelah perahu terisi, maka mulailah kami menyusuri sungai Citarik ini. Asik banget lho, karena pada saat itu, tinggi air tidak terlalu tinggi dan arusnya normal, sehingga kemungkinan kena batu dan nyungsep itu pasti banyak. Wah...asoy geboy dong....

Singkat kata, dalam perjalanan menyusuri sungai Citarik sejauh 8 km selama 2 jam ini, saya banyak menemukan Biawak yang berjemur dengan tenangnya diatas batu selagi kita dimain-mainkan oleh arus liar yang nakal itu. Dasar biawak...enak aje lo ye bejemur pas kita lagi nyungsep di batu.....

Selama 2 jam ini, para instruktur akan mengarahkan harus bagaimana kah kita dalam melalui arus sungai yang tidak dapat di prediksi ini, baik mendayung ke depan dan ke belakang, bergeser posisi duduk, atau malah ber "goyang dombret" bila perahu karetnya udah nyungsep di batu....heheheheee.....
Lebih seru lagi kalo perahu kita ketemu dengan perahu teman kita yang lain. Sudah bisa dipastikan terjadi sebuah perang air...saling ciprat-cipratan...pake dayung dan tangan....
Seru banget deh.....

Selama perjalanan 2 jam ini pula, para instruktur akan memberitahu beberapa titik jeram di lalui dan sejarahnya. Beberapa yang saya masih ingat adalah:

- Jeram Yanto: salah satu instruktur bernama Yanto pernah jatuh di batu ini, tetapi dia selamat.
- Jeram TVRI: salah satu perahu yang dinaiki oleh kru TVRI pernah nyungsep semaleman di batu ini karena saking derasnya arus pada saat itu. Tapi kru nya dapat diselamatkan.
- Jeram Golden Gate: karena ada 2 batu kembar di sini yang membentuk seperti the Golden Gate.
- Jeram Zig-Zag: setiap perahu yang melewati daerah ini pasti akan bergerak secara zig-zag. Ternyata bener lho, perahu yang saya tumpangi pun melesat secara zig-zag, bahkan sempet nyungsep...heheheheheee....
- Jeram Jumping Jack Flash: setiap perahu yang melewati batu disini pasti akan melesat dan loncat. Seru deh!!
- Jeram Bali: salah satu instruktur dari Bali pernah jatuh disini, tapi selamat.
- Dll, termasuk jeram Walk A Way, Ranting dan Duren. Maaf, saya lupa apaan aja sejarah dari 3 jeram ini.

Akhirnya 2 jam pun telah berlalu dan selesai pula lah arung jeramnya. Ternyata petualangan belum berakhir. Teman saya se-perahu rupanya sedang "naik" nafsu iseng-nya. Dia yang sudah expert untuk kegiatan arung jeram ini rupanya main mata sama instruktur untuk ngerjain saya dengan cara membalikkan perahunya. Yah....udah kecebur, tertimpa perahu pula. Perih-bahasa sekali ya.....

Setelah mengembalikan peralatan ber-arung jeram dan makan siang sejenak, maka kami pun pulang ke Jakarta.

Duh, kapan lagi ya main-main sama arus liar yang nakal itu???

Salam nyungsep,
Astrid

04 August 2004

WAROENG BOEDE - CIBUBUR

Waroeng Boede
(Cita Rasa Jawa Timur)
Jl. Alternatif Km 5, No. 71
Cibubur
Tel: 0813-4621-695 / 0815-602-1969

Karena bingung mau dimana menjamu sanak famili yang baru datang dari Belanda, akhirnya tempat diatas lah yang dipilih oleh Mama saya tercinta.
Kok di warung jawa timuran sih?
Lha wong tamunya itu wong suroboyo asli yang udah jadi warga negara Belanda dan sudah lama tidak berkunjung lagi ke Indonesia. Nah, cucok khan?

Tempat ini memang pantas disebut warung karena tempatnya hanya sebuah ruangan di pinggir jalan raya besar yang sering di lewati banyak truk besar. Jadi, kalo makan disini, ya pasti plus angin, suara mobil dan debu yang sedikit beterbangan di depan warungnya.

Sebelum pesen makanan, saya iseng-iseng nanya sama pelayannya, kok dikasi nama Waroeng Boede sih? Pelayannya yang manis itu bilang kalo memang semua pengurus di warung ini adalah Bu-De alias Ibu Gede. Iya, ibu-ibu yang badannya gede-gede.... Hahahahahaa..... Bisa aja deh si mbak.....

Akhirnya, kami berlima memesan makanan berikut ini:

Rujak Cingur. Wah, ini memang makanan andalan warung ini. Ada potongan kedondong dan mangga muda yang asemnya bikin mata jadi seksi karena jadi kedap-kedip merem melek, ada potongan bengkuang, tahu, tempe, dll, dan tidak lupa si Cingur sapinya yang disiram dengan ulekan bumbu kacang dicampur petis yang berwarna abu-abu kehitaman. Wah, nyam nyam sekali....

Lontong Kikil. Ini makanan yang tentunya isinya cuma kikil doang dengan kuah berwarna kuning yang full minyak. Saya pesennya minus lontong, soalnya lagi diet (Lho ini gimana sih...makan kikil kok dibilang diet???) Rasanya lumayanlah, gurih gitu. Tapi kok kurang asin ya.

Es Blewah. Parutan blewah yang dicampur air sirop berwarna merah plus es batu yang segede bagong yang ditempatkan di gelas bir yang besar sekali. Duh...rasanya seger sekali di tenggorokan.....apalagi jika diminum di siang hari yang terik itu.... Hmmm......suuueeejjjuuukkk tenan.....

Es Sinom. Minuman ini rasanya kok kayak jamu seger ya. Ketika saya meng-interogasi Mama saya tentang minuman ini, beliau menjelaskan bahwa minuman ini terbuat dari kunyit dan gula merah trus di pyurrr sama air dingin dan es (duh bahasanya, Jeng,....kok pyuurr seh??). Oh...pantesan aja rasanya kayak jamu. Sayangnya, rasanya kurang mennggigit alias kebanyakan air nya. Mestinya es batu nya yang segede bagong itu saya buang sejak awal sehingga rasanya lebih nendang.

Over all, makanan di sini cukup lumayan lah. Apalagi untuk menutupi rasa kangen kami sekeluarga, terutama yang datang dari jauh, atas rujak cingur. Jadi sekarang gak usah jauh-jauh pergi ke Surabaya dong untuk makan makanan jawa timuran.

Dibawah ini adalah cuplikan dari menu di warung ini yang sempet saya contek.

Rujak Cingur Rp 6000
Tahu Tek Rp 5000
Tahu Telor Rp 6000
Tahu Campur Rp 6000
Rawon Rp 6000
Rawon Komplit Rp 9000
Soto Daging Rp 6000
Soto Ayam Rp 6000
Lontong Kikil Rp 6000
Gado-Gado Surabaya Rp 5000
Nasi Krawu Rp 6000
Es Blewah Rp 3500
Es Sinom Rp 2500


Salam nyingur,
Astrid