14 March 2007

Kopi Lampung cap Bus Patas dari Pasar Cibubur






Suatu hari, Mamaku nyeletuk gak penting gitu.

"Eh, Trid, di Pasar Cibubur tuh ada kok penjual kopi. Mama gak tau jenis kopi yang di jual. Pokoknya masih dalam bentuk biji dan di giling di depan kita. Kamu mau gak kalo Mama beli in? Siapa tau aja kamu suka."

Hah, siapa bilang itu celetukan gak penting? Itu penting lagi. Aduh, Ma, mau dong.

Setelah selang beberapa hari, Mamaku bilang kalo kopinya sudah menunggu aku.

Sang kopi bernama Kopi Lampung cap Bus Patas. (Heh, Bus Patas? Ada kondekturnya dong ya, hehehe). Dibelinya ya di Pasar Cibubur dekat rumahku lah. Yang aneh, kopinya kok ada tiga bungkus?

Eh, si Mama ngoceh lagi. "Trid, walau kopinya jenisnya sama, tapi kualitasnya beda. Ada kualitas 1, 2 dan 3. Mama gak tau mana yang enak. Udah sana, cobain gih."

Mamaku tau aja ya kalo aku lagi bingung. Memang bener, kopi ini punya 3 kualitas.

Mamaku nambahin kalo kopi ini di giling di depan Mamaku. Jadi, kopi ini terjamin banget keasliannya alias tanpa campuran apa pun, dan juga terjamin kesegarannya. Seger dari gilingan gitu loh.

Icip-icip kopi ini sendiri dilaksanakan di rumah temanku.

Soal fragrance nya biji kopi sebelum di seduh, tiga kualitas Kopi Lampung ini punya wangi yang berbeda. Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 1, wanginya kenceng banget. Wus wus wus… Harum gitu ya. Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 2, wanginya agak berkurang. Tentunya bisa ditebak kalo Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 3 wanginya akan lebih tipis, bahkan tidak tercium sama sekali di hidungku.

Tingkat kegosongan biji kopi ini termasuk menengah, karena tiga kualitas Kopi Lampung ini punya warna yang sama, yaitu coklat tua. Kelihatannya proses penggorengan ketiga jenis kopi ini adalah medium roasting.

Saatnya kopi ini diminum. Yang menyeduh kopi tentunya staff rumah tangga temenku ini yang memang selalu ingat kalo aku suka kopi. Seduhan pertama ternyata salah caranya karena ada tambahan gula di dalam seduhan kopinya. Wah, yang namanya icip-icip kopi itu khan gak boleh ada gula. Harus kopi tubruk tanpa gula, tentunya kopinya disaring dulu, agar rasa kopinya terasa di lidah. Kalo masih ada gula dan ampasnya khan berarti kita icip-icip gula dan ampas kopi dong.

Seduhan kopi kedua barulah benar, yaitu 3 cangkir kopi tubruk tanpa gula yang mewakili 3 kualitas kopi yang berbeda.

Soal warna kopi setelah diseduh, tiga kualitas Kopi Lampung ini punya warna yang sama, yaitu hitam. Ternyata warna air kopi belum tentu sama dengan warna biji kopinya ya.

Soal rasa, ternyata rasa tiga kualitas Kopi Lampung ini agak mirip dengan wangi biji kopi sebelum diseduh. Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 1, rasanya mantap dan beraroma wangi sekali. Rasa kopi ini tidak berat di mulut dan cepat hilang seiring dengan mengalirnya air kopi ini ke dalam kerongkongan. Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 2, aroma dan rasanya sudah agak berkurang. Sekali lagi, sudah bisa ditebak kalo Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 3 gak ada aromanya sama sekali dan rasanya hambar banget.

Anehnya, percobaan lain di rumahku dengan seduhan Kopi Lampung cap Bus Patas dengan kualitas 1 yang dicampur gula, kok rasanya agak getir ya.

Tapi memang, untuk kopi kelas pasar becek, kopi ini kualitasnya bagus banget. Segar dan asli. Bahkan kualitasnya pun tidak menipu. Benar banget, sesuailah hasil seduhannya dengan kualitas kopinya. Dan yang penting, harganya itu loh, gak semahal harga kopi yang udah masuk ke supermarket, apalagi warung-warung modern yang ada di mall.

Jadi, mau ngopi Lampung cap Bus Patas? Sana, beli sendiri di Pasar Cibubur ya…


Salam ngopi,
Astrid


Bila anda punya komentar atau pertanyaan, silahkan kirim ke: astrid_amalia@yahoo.com

Bila anda ingin membaca blog saya dalam versi Bahasa Inggris, silahkan datang ke link ini:
http://astridamalia2.blogspot.com

Lampung Coffee – Bus Patas brand – from Cibubur Market






One day, my Mom said that there is coffee sold at the Cibubur Market, near our home. She was not sure about the kind of coffee sold there, but the coffee is still in beans and will be grinded when we buy it. And then she offered if I wanted to taste the coffee. Well, Mom, off course, I want to.

A few days later, my Mom said that the coffee is ready. The coffee is from Lampung - Bus Patas brand. It came in three packs.

Why three packs? My Mom said that the coffee has three qualities, which is why it came in three different packs. It has first, second, and third quality. My Mom added that the coffee was grinded right in front of my Mom. So, the freshness is guaranteed, and nothing was added to the beans.

The coffee cupping was done at my friend's house.

The fragrance of the three kinds of this Lampung Coffee are different. The first quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has strong fragrance. So nice at my nose. The second quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has less fragrance compare to the first one. It is predictable that the third quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has no fragrance at all.

All qualities of this Lampung Coffee - Bus Patas brand is categorized as medium roasting as the color of the beans are dark brown.

It is time to drink the coffee. The one who prepared for the coffee was my friend's servant who always remembers that I really like black coffee. The first cups were wrong as she added sugar. Well, we should not use sugar when we conduct coffee cupping. The coffee should be black, no sugar and has been filtered, so we can taste the whole coffee, not the sugar.

The second cups were right. Three cups of coffee that represented three qualities of the coffee.

The color of the three qualities of the coffee was black. It is clear that the roasting method does not affect the color of the coffee in the cup.

The taste and the aroma of the coffee is the same with the fragrance of the coffee. The first quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has strong aroma and tastes so good. The taste was light and did not leave any mark as it ran through my throat. The second quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has less aroma and taste compare to the first one. Again, as we learned from the beginning, the third quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand has no aroma and no taste.

But the cupping at my home found that the first quality of Lampung Coffee - Bus Patas brand tasted so bitter when sugar is added.

Overall, the quality of this coffee is good. Fresh and original. Nothing is added. The quality is the same with the taste. And yes, the price is cheap and friendly compare to the price of coffee at the supermarket and the café.

So, you wanna taste this Lampung Coffee - Bus Patas brand? I bet you do.


Happy cupping,
Astrid


Please feel free to send your comments and questions to: astrid_amalia@yahoo.com

If you wanna see my blog in Bahasa Indonesia version, please go to this link:
http://astridamalia.blogspot.com